Boneka diduga jelmaan bidadari. (Twitter.com)
Sabtu, 30 April 2016 15:45 WIB Himawan Ulul/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

KISAH MISTERI
Tanpa Busana, Begi Wujud Asli “Gadis” Bidadari Sulawesi

Kisah misteri gadis mirip bidadari sering digunakan untuk menuntaskan syahwat.

Solopos.com, BANGGAI LAUT – Polisi akhirnya menelanjangi “gadis” yang oleh warga Bakurun, Pulau Bokan, Kabupaten Banggai Laut, Sulawesi Tengah disebut-sebut sebagai jelmaan bidadari. Sosok aslinya ternyata sangat mengejutkan.

Setelah busana dan jilbabnya dilepas, tampak jelas bahwa sosok yang sempat membuat geger itu bukanlah orang melainkan boneka seukuran tubuh manusia mirip perempuan yang kerap digunakan sebagai alat bantu untuk menyalurkan syahwat.

“Jadi sudah dicek oleh anggota, itu boneka seperti sex toy,” kata Kapolres Baggai Laut AKBP Heru Pramukarno seperti dilansir laman Detik, Jumat (29/4/2016).

Awalnya boneka gadis bidadari itu ditemukan oleh nelayan bernama Pardin, 21, beberapa hari setelah fenomena gerhana matahari total, tepatnya 12 Maret lalu. Boneka itu kemudian ia bawa pulang ke rumahnya.

“Di sana, bonekanya dipakaikan baju dan kerudung oleh ibu Hamni, orang tua Pardin. Itu bajunya setiap hari digonta-ganti. Oleh masyarakat boneka itu difoto-foto dan disebarkan ke media sosial dengan bumbu-bumbu kisah bidadari dan penunggu laut,” tutur Heru.

Supaya tidak lagi menimbulkan kehebohan dan isu yang membuat masyarakat resah, boneka itu kini diamankan di kantor polisi Banggai Laut.

Berdasarkan penelusuran Solopos.com di sejumlah toko online, boneka seperti itu dijual di kisaran Rp1 juta-Rp2 juta dan terbuat dari bahan silikon. Cukup memasang dua buah baterai, maka boneka setinggi 165 cm dengan bobot empat kilogram yang umumnya diimpor dari Jepang dan Tiongkok itu bisa langsung on.

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…