Wisatawan di Pantai Baron Gunungkidul, Kamis (25/12/2014). (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja) Wisatawan di Pantai Baron Gunungkidul (David Kurniawan/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 29 April 2016 17:55 WIB Mayang Nova Lestari/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

WISATA GUNUNGKIDUL
Setkab Apresiasi Gunungkidul yang Dulu Tandus, Kini Jadi Tujuan Wisata

Wisata Gunungkidul mendapat apresiasi Sekretariat Kabinet karena mengubah citra sebelumnya sebagai daerah miskin

Solopos.com, GUNUNGKIDUL– Sekretariat Kabinet Republik Indonesia mengadakan kunjungan studi banding dengan pemerintahan kabupaten Gunungkidul.

Kunjungan tersebut untuk melihat kemajuan yang dialami oleh Kabupaten Gunungkidul dari berbagai segi pencapaian serta melakukan kerjasama khususnya dalam pelaksanaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (SAKIP).

Beberapa prestasi yang telah dicapai oleh Kabupaten Gunungkidul beberapa waktu yang lalu diantaranya yakni peningkatan pelaksanaan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (AKIP) dari CC menjadi B pada 2015 lalu, Gunungkidul pun berhasil masuk dalam TOP99 dalam hal pelayanan publik melalui inovasi One Stop Service Toilet (OSST), serta pengembangan Koonsultasi Agribisnis di Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Gunungkidul.

Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi mengungkapkan selain itu Pemda Gunungkidul saat ini sedang meningkatkan pelayanan publik dengan memudahkan izin usaha dan investasi guna mendorong pengembangan sektor pariwisata serta dunia usaha.

“Kami berharap agar melalui upaya tersebut, kepercayaan masyarakat kepada pemerintah akan meningkat dan menjadi daya dorong bagi kemajuan, kemakmuran, kemandirian, dan kesejahteraan seluruh masyarakat Gunungkidul,” kata dia, Kamis (28/4/2016).

Pemda Gunungkidul pun kini sedang mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance) melalui realisasi yang dilakukan oleh seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) melalui program yang dijalankan.

Tata kelola pemerintahan tersebut menurutnya dapat dilihat dari tolak ukur pelaksanaan Sistem pemerintah yang diselenggarakan.

Sementara itu, Tim sekretariat Kabinet RI yang diwakili oleh Staf ahli Bidang Reformasi Birokrasi, M. Raso mengungkapkan kunjungan tersebut dimaksudkan untuk mencari masukan-masukan dan pengalaman dalam rangka peningkatan SAKIP di lingkungan Sekretariat Kabinet.

“Kami datang untuk melihat apa yang sudah dicapai oleh Kabupaten Gunungkidul, rupanya sangat banyak kemajuan yang dapat dinikmati oleh masyarakat,” kata dia saat ditemui usai acara penerimaan kunjungan di RR I Pemkab Gunungkidul.

Melihat kemajuan yang dialami Gunungkidul yang dahulunya terkenal sebagai wilayah yang tandus, tingkat kemiskinan tinggi, namun saat ini telah berkembang terutama di sektor Pariwisata ia bermaksud akan menularkan kepada pemerintahan di daerah lain di seluruh Indonesia.

Terutama inovasi dalam meningkatkan penghasilan masyarakat serta pengembangan lokasi wisata. Perkembangan yang dialami Gunungkidul seperti pengembangan industri pangan, pengolahan lahan kering, diharapkan dapat menjadi inspirasi yang akan ia tularkan di seluruh daerah di Indonesia.

“Sebagai delegasi RI, nantinya ketika mengadakan kunjungan ke luar negeri akan kami promosikan terkait dengan potensi-potensi yang berkembang di Gunungkidul,” kata dia.

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…