Petugas Polsek Banguntapan saat menunjukkan barang bukti senjata tajam yang mereka temukan saat penyisiran lokasi berkumpulnya sejumlah massa di Dusun Babadan, Banguntapan, Bantul, Kamis dini hari (28/4/2016) (Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja) Petugas Polsek Banguntapan saat menunjukkan barang bukti senjata tajam yang mereka temukan saat penyisiran lokasi berkumpulnya sejumlah massa di Dusun Babadan, Banguntapan, Bantul, Kamis dini hari (28/4/2016) (Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 29 April 2016 08:55 WIB Yudho Priambodo/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

TAWURAN BANTUL
Senjata Tajam Ditemukan, Tiga Pemuda Ditangkap

Tawuran Bantul terjadi di daerah Babadan.

Solopos.com, BANTUL- Tawuran Bantul berhasil digagalkan polisi setempat. Sebanyak tiga orang pemuda yang diduga terlibat tawuran dan sejumlah senjata tajam (sajam) diamankan polisi.

Kepala Polsek Banguntapan Komisaris Polisi (Kompol) Suharno, Kamis (28/4/2016) mengatakan polisi pada Rabu (26/4/2016) malam mulanya mendengar kabar adanya warga yang nyaris dibacok oleh oknum tak dikenal di dua lokasi. Yaitu di sekitar Jogja Expo Center (JEC) serta di Ring Road Selatan tepatnya di Dusun Singosaren, Banguntapan.

“Saat mereka melarikan diri mereka meninggalkan sejumlah kendaraan bermotor, namun petugas berhasil mengamankan tiga orang pemuda yang diduga merupakan anggota dari kelompok massa tersebut,” terang Kepala Polsek Banguntapan Komisaris Polisi (Kompol) Suharno, Kamis.

Namun, hingga saat ini ketiga pemuda yang diamankan petugas masih berstatus sebagai saksi. Polisi sampai sekarang belum menemukan bukti indikasi pidana yang mereka lakukan. Mereka sementara diamankan di Polsek karena dinilai berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ditambahkan Suharno, selain menangkap tiga pemuda, polisi juga menyisir lokasi yang digunakan untuk berkumpul massa tersebut. Saat menyisir lokasi, petugas menemukan sejumlah senjata tajam berupa pedang, ruyung, dan pisau.

“Saat lokasi kami sisir, kami menemukan sejumlah senjata tajam ini, pedang yang dimasukkan dalam sebuah tas hitam, diselipkan di sebuah gang kecil dekat masjid tepat di lokasi mereka kumpul,” imbuhnya.

Hingga saat ini barang bukti masih diamankan oleh petugas, karena belum diketahui siapa pemiliknya. Polisi memastikan akan terus melakukan penyelidikan sampai menemukan para pelaku.

LOWONGAN PEKERJAAN
QUALITY CONTROL & ADMIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…