Jumat, 29 April 2016 04:50 WIB Mayang Lestari/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

TAMAN AIR MANCUR
Jangan Lupakan Dampak Pembangunan

Taman air mancur di Gunungkidul akan ditata.

Solopos.com, WONOSARI-Pemerintah Kabupaten Gunungkidul terus berupaya melakukan penataan kawasan dengan menambahkan beberapa bangunan baru, salah satunya yakni dengan membangun kawasan taman air mancur di perbatasan Bantul-Gunungkidul.

Pembangunan tersebut ditujukan untuk memberikan wajah baru bagi Gunungkidul sebagai ucapan selamat datang kepada para wisatawan yang berkunjung kepada ke Gunungkidul.

Kepala Kantor Pengendalian Dampak Lingkungan (Kapedal) Gunungkidul, Irawan Jatmiko mengungkapkan bahwa pembangunan taman air mancur tersebut baru dilakukan pada Jumat (22/4/2016) lalu dengan melakukan pemerataan tanah di kawasan tersebut. Dengan menggunakan dana APBD sebanyak Rp200 juta tersebut akan membangun taman air mancur diatas tanah seluas 2000 meter persegi.

“Rencananya akan dibangun selama 90 hari, sebelum lebaran nanti diupayakan sudah selesai pembangunan,” kata dia, Kamis (28/4/2016).

Taman air mancur yang dibangun tersebut dikonsep dengan menyambungkan beberapa taman yang berada di sekitar lokasi, sehingga beberapa taman terlihat saling berkesinambungan.

Air mancur tersebut memilik makna tersendiri, yakni untuk menggambarkan bahwa kondisi Gunungkidul saat ini telah jauh dari kata kekringan, yakni dengan membangun image yang baru bagi Gunungkidul sebagai kota yang subur dan makmur.

Ia mengungkapkan bahwa dalam pembangunan tersebut juga memperhatikan beberapa kemungkinan hal yang akan diterima, antara lain akan menambah daya tarik wisatawan yang akan berfoto selfie di lokasi air mancur.

Namun, sejak awal taman air mancur memang tidak dikonsep sebagai tempat pariwisata, namun sebagai icon selamat datang yang sekaligus untuk memperindah tampilan Gunungkidul. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya pun berencana menyiapkan lahan parkir untuk para wisatawan yanng sekedar ingin berfoto selfie di dekat air mancur. Dengan adanya lahan parkir tersebut tidak akan menimbulkan kemacetan di jalur tersebut.

Selain itu, dalam pembangunan taman air mancur tersebut Irawan pun memperhatikan dampak pembangunan terhadap lingkungan. Meskipun Ia menampik bahwa kawasan tersebut lahan longsor, namun ia telah merencanakan pembangunan talut dan menanam beberapa tumbuhan sebagai penahan longsor.

Sehingga meskipun bukan merupakan wilayah rawan longsor, pihaknya tetap berupaya untuk mengantisapi hal tersebut.

“Disitu lahan datar, bukan jurang tapi tetap kami buatkan talut disana,” ujar dia.

LOWONGAN PEKERJAAN
DICARI TEKNISI TV KABEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Ayah, Spirit Cinta, dan Kepahlawanan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (13/11/2017). Esai ini karya Vida  Robi’ah Al-Adawiyah, ibu rumah tangga yang aktif di Komunitas Peduli Perempuan dan Anak (KPPA) Benih di Kota Solo sekaligus konselor keluarga. Alamat e-mail penulis adalah mbakvida@gmail.com.  Solopos.com, SOLO—Father…