uti Direktur Proliga, Hanny Surkatty (empat dari kiri), dan Perwakilan dari Pertamina, Dicky Septriadi (kelima dari kiri), diapit wakil-wakil tim peserta Final Four Pertamina Proliga 2016 di Park Hotel, Bandung, Kamis (28/4/2016). (Hanifah Kusumastuti/JIBI/Solopos)
Jumat, 29 April 2016 09:50 WIB Hanifah Kusumastuti/JIBI/Solopos Umum Share :

PROLIGA 2016
Final Four Diprediksi Panas, Wasit Diminta Tegas

Proliga 2016 babak final diprediksi panas sehingga wasit diminta tegas.

Solopos.com, BANDUNG — Final Four Seri I Pertamina Proliga 2016 diprediksi bakal diwarnai tensi tinggi. Wasit pertandingan pun diminta untuk bersikap tegas dalam memimpin pertandingan-pertandingan yang akan digelar di GOR Citra Arena, Bandung, Jumat (29/4/2016)-Minggu (1/5/2016) tersebut.

Pada Final Four Seri I ini, delapan tim, masing-masing empat tim putra dan empat tim putri bakal bertandingn selama tiga hari berturut-turut. Bukan hanya faktor stamina yang berat, namun faktor emosi juga bisa muncul karena tekanan muncul di persaingan ketat pada fase empat besar ini.

“Di Final Four tekanan untuk tim agar menang pasti sangat besar. Tekanan itu bahkan sudah terlihat sejak penyisihan atau babak regular, maka wasit akan mengambil sanksi tegas, sanksi bukan untuk hukuman, namun ini agar sportivitas tetap terjaga,” jelas Direktur Proliga, Hanny Surkatty, saat jumpa pers di Park Hotel, Bandung, Kamis (28/4/2016).

Ketegasan wasit akan sangat diperlukan agar tindakan kurang sportif di lapangan bisa diminimalisir.

“Jangan sampai wasit ragu-ragu mengambil kartu. Kepada wasit dan dewan akan mengantisipasi hal-hal kecil, agar tidak menjadi besar,” terang Hanny.
Ketua Panitia sekaligus Wakil Direktur Proliga 2016, Reginald Nelwan, mengatakan tidak akan ada perubahan soal komposisi wasit. Delapan wasit akan diterjunkan di Final Four Seri I ini, tiga antaranya merupakan wasit internasional.

“Bagi siapa pun yang melakukan pelaggaran, begitu kartu kuning dan merah diangkat mereka harus keluar di set tersebut,” ujar Reginald.

Tensi tinggi Pertamina Proliga tahun ini memang sudah terjadi sejak babak reguler. Tak sedikit pemain yang terpancing emosinya saat berada di dalam atau bahkan setelah berada di luar lapangan. Namun tim-tim Proliga dari sektor putra maupun putri sepakat untuk menjunjung sprotivitas dengan tidak melakukan tindakan provokatif pada Final Four kali ini.

“Setiap tim harus bermain tiga hari berturut-turut, itu tidak mudah. Semoga semangat kami tetap berkibar di empat besar ini. Kami akan berusaha sebaik-baiknya, dan sportivitas semoga tetap terwujud,” jelas Manajer Tim Putri Gresik Petrokimia, Gatot Santoso.

 

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…