Ilustrasi sawah Ilustrasi sawah (Dok. SOLOPOS)
Jumat, 29 April 2016 05:20 WIB Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

PERTANIAN BANTUL
Ini Cara Antisipasi Hama Busuk Leher

Pertanian Bantul mengalami serangan hama.

Solopos.com, BANTUL- Pertanian Bantul, terkhusus yang menerapkan tadah hujan terancam hama tanaman padi jenis Blas atau busuk leher. Kecamatan Dlingo dan Imogiri memiliki riwayat serangan hama jenis ini.

Menurut Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Dinas Pertanian Bantul, Widodo , serangan Blas tidak pandang bulu apakah menggunakan varietas padi jenis tertentu atau tidak. Karenanya kata dia, mengganti varietas padi bukan solusi tepat. Saat ini kata dia, petani tadah hujan memulai musim tanam kedua yang berlangsung April hingga Agustus. Petani perlu melakukan antisipasi untuk menekan serangan Blas di musim tanam kedua.

Beberapa tips yang perlu dilakukan petani yaitu memperbanyak penggunaan pupuk organik.

“Petani sebaiknya menghindari atau mengurangi pupuk kimia yang mengandung nitrogen seperti urea,” jelasnya lagi.

Selain itu, petani perlu merendam bibit padi dengan bakteri Corin sebelum disemai. Saat penyemaian, lakukan penyemprotan tanaman dengan agen hayati. Penyemprotan harus diulangi lagi sebanyak dua kali sebelum padi dipanen.

Kepala Desa Dlingo Bantul Bahrun Wardoyo mengatakan, serangan hama yang diduga Blas merata hampir di seluruh lahan tadah hujan di Dlingo.

“Padi itu tetap berbuah tapi hampa atau gabuk. Ada juga yang berisi tapi cuma setengah,” ungkap Bahrun Wardoyo. Warga menduga, perubahan iklim saat ini turut memicu berkembangnya berbagai jenis hama yang merusak tanaman.

LOWONGAN PEKERJAAN
GRIYA BAMBU KUNING, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…