Pelatih Persis Solo Widyantoro sedang mengamati anak buahnya bermain. JIBI/Solopos/Dok
Jumat, 29 April 2016 07:30 WIB Farida Trisnaningtyas/JIBI/Solopos Indonesia Share :

PERSIS SOLO
Widyantoro Mulai Atur Strategi

Persis Solo akan mengikuti ISC B 2016

Solopos.com, SOLO — Persis Solo hanya punya waktu dua hari sebelum melakoni laga perdana kontra PSGC Ciamis di Stadion Manahan, Solo, Sabtu (30/4/2016) sore. Duel yang sekaligus jadi ajang pembuka Indonesia Soccer Championship 2016 ini membikin tuan rumah harus pandai-pandai mengatur strategi demi memetik tiga poin penuh di kandang.

Sebenarnya, Laskar Sambernyawa, julukan Persis, masih butuh tiga pemain berpengalaman di tiga posisi yang berbeda, yakni center back, gelandang bertahan, dan seorang striker. Namun demikian, mepetnya waktu membikin Widyantoro sebagai pelatih kepala mesti pintar adu taktik dengan memanfaatkan materi pemain yang ada seandainya kekurangan tersebut tak bisa terpenuhi.

Di posisi center back alias stopper, Persis hanya punya tiga, yakni Rohmat Sabani, Tri Rahmadi, dan Fernando Pangajow. Di lini tengah memang Sambernyawa punya banyak gelandang, tapi tak ada yang benar-benar berperan sebagai gelandang bertahan atau defensive midfielder. Sebagian besar mereka merupakan tipe gelandang serang.

“Saya tetap meminta manajemen untuk mengupayakan pemain di tiga pos tersebut karena ini cukup vital. Problem tim ini ketiadaan leader yang bisa mengatur rekan-rekannya,” papar Widyantoro, kepada wartawan, saat latihan rutin di Stadion Sriwedari, Rabu (27/4/2016).

Sedangkan di lini depan Persis hanya punya dua striker yang fit, yakni Yanuar Ruspuspito dan Giannini Lestaluhu. Sementara Roby Fajar masih dibekap cedera engkel. Alhasil, mantan pelatih PPSM Magelang ini dibantu asisten pelatih, Agung Setyobudi, mesti memutar otak untuk menyiapkan sejumlah strategi baru demi mempertajam baris depan.

Dalam latihan Rabu pagi misalnya, Dedi Cahyono Putro dijajal menjadi second striker. Bahkan, saat menyerang pemain sayap ini mau tidak mau mesti beralih peran sebagai striker. Ini merupakan eksperimen yang mesti dibikin pelatih yang akrab disapa Wiwid ini untuk strategi tim.

Percobaan lain adalah jika Dedi maju, maka pos sayap mungkin dipercayakan kepada Tinton, Bayu Nugroho, Andrid Wibawa, atau Agung Budi “Wowot”. Opsi lain seperti yang dilakukan saat Persis Solo menaklukkan tim internal, PS MARS, 4-1, di Stadion Manahan, Selasa (26/4/2016), yakni menyuruh sang winger muda, Andrid, beroperasi ke tengah.

“Ada beberapa eksperimen yang harus saya lakukan karena tak mungkin mengubah skema yang sudah dibikin. Saya juga tak mungkin memperbaiki stamina dalam waktu sesingkat ini. Kami menjaga yang sudah ada, sambil adu taktik dan strategi,” jelas Wiwid. 

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…