Panen padi di persawahan Bojonegoro. (JIBI/Solopos/Antara/Slamet Agus Sudarmojo) Panen padi di persawahan Bojonegoro. (JIBI/Solopos/Antara/Slamet Agus Sudarmojo)
Jumat, 29 April 2016 23:05 WIB JIBI/Solopos/Antara Madiun Share :

PENYERAPAN GABAH
Bulog Bojonegoro Serap 1.000-2.000 Ton Gabah/hari

Penyerapan gabah oleh Bulog Bojonegoro capai 1.000-2.000 ton per hari.

Solopos.com, BOJONEGORO – Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre III Kabupaten Bojonegoro masih mampu menyerap gabah dari petani berkisar 1.000 ton hingga 2.000 ton gabah per hari, meskipun panen tanaman padi mulai berkurang.

“Perolehan pengadaan di Bojonegoro, Tuban dan Lamongan, sampai saat ini masih stabil rata-rata 1.000 ton gabah per hari, bahkan bisa 2.000 ton per hari,” kata Kepala Bulog Subdivre III Bojonegoro Eldal Sulaiman di Bojonegoro, Kamis (28/4/2016).

Meskipun panen tanaman padi berkurang, lanjut dia, perolehan pengadaan tidak akan berkurang. Sebab masih banyak gabah yang ada di petani, sehingga pembelian akan beralih ke beras.

Apalagi, lanjut dia, di wilayah kerjanya ada panen tanaman padi di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo, di Bojonegoro dan Tuban, yang bisa panen tiga kali dalam setahun.

Ia menyebutkan perolehan gabah di wilayah kerjanya mencapai 56.661 ton gabah, per 27 April 2016. Angka itu berada di urutan kedua setelah Bulog Subdivre Surabaya Utara, dengan perolehan 63.935 ton gabah.

“Perolehan dalam pengadaan tidak hanya gabah, tapi juga beras. Hanya perolehan diakumulasikan menjadi gabah,” jelas dia.

Ia optimistis target pengadaan yang ditetapkan di wilayah kerjanya tahun ini sebesar 117.000 ton setara beras, bisa tercapai.

“Ya, kami harus optimistis target pengadaan bisa tercapai,” kata dia diamini Komandan Kodim 0813 Bojonegoro Letkol. Kav. Donova Pri Pamungkas.

Eldal Sulaiman menambahkan pengadaan di wilayah kerjanya tetap melibatkan jajaran Kodim 0813, juga gabungan kelompok tani (gapoktan) dan Kontak Tani Nelayan dan Andalan.

Sesuai data Tim Serapan Gabah Petani (Sergap) Jawa Timur, menyebutkan perolehan serapan gabah di Bulog Jawa Timur, mencapai 454.243 ton, per 27 April 2016.

Rinciannya, Bulog Surabaya Utara 63.935 ton, Bulog Subdivre Bojonegoro 56.661 ton, dan Bulog Jember 44.681 ton. “Beberapa waktu lalu, kita kita masih di bawah Jember, tapi sekarang sudah bisa melampaui,” ucapnya.

Kemudian, perolehan Bulog Surabaya Selatan 41.662 ton, Bulog Madiun 23.506 ton, Bulog Bulog Kediri 23.336 ton, Bulog Bondowoso 36.507 ton, Bulog Malang 39.048 ton, Bulog Probolinggo 40.908 ton, dan Bulog Banyuwangi 20.576 ton.

Selanjutnya, Bulog Tulunggagung 21.737 ton, Bulog Jember 44.681 ton, Bulog Madura 244 ton, dan Bulog Ponorogo 38.443 ton.

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…