Ilustrasi penipuan via Facebook (emirates247.com) Ilustrasi akun Facebook (emirates247.com)
Jumat, 29 April 2016 15:30 WIB JIBI/Solopos/Newswire Peristiwa Share :

PEMBUNUHAN PACAR SEJENIS
Dari Facebook, Terungkap Siswa SMK Ini Sudah 2 Kali Disetubuhi Korban

Pembunuhan pacar sejenis di Samarinda ini terendus motifnya lewat penelusuran Facebook. Siswa SMK yang menjadi pelaku telah disetubuhi korban.

Solopos.com, JAKARTA — Isi chat di Facebook menjadi petunjuk polisi mengungkap kasus pembunuhan Imam, 35, oleh siswa SMK. Polisi melacak isi chat Imam dan ternyata di sana ada percakapan yang mengarahkan pada tersangka R, 15, siswa pelaku SMK di Samarinda.

“Kami profiling korban dari akun Facebooknya,” jelas Dirkrimum Polda Kaltim Kombes Winston Tommy Watuliu, Jumat (29/4/2016), dikutip Solopos.com dari Detik.

Jenazah Imam ditemukan pada Senin (25/4/2016). Setelah dilakukan pemeriksaan di rumah sakit dan ada keluarga yang mengenali, polisi langsung melakukan pelacakan.

“Kalau kita lihat dari isi chat Facebook korban, ini ada motif cemburu pelaku. Pelaku dan korban ada hubungan, LGBT [lesbian gay bisexual and transgender]. Pelaku sudah dua kali disetubuhi korban,” sambungnya.

Polisi kemudian melacak pelaku dan akhirnya menemukannya. R dibekuk dengan barang bukti sepeda motor korban. Kepada polisi, dia mengaku membunuh pada Sabtu (23/4/2016) karena menolak disetubuhi. R menusuk dengan pisau di leher korban. Setelah itu membawa motor, HP, dan dompet korban. Hingga kemudian dibekuk polisi pada Senin (25/4/2016).

“Sementara ini motifnya karena LGBT ini, karena ada cemburu,” tutup dia. Baca juga: Takut Kisah Asmara Diumbar di Medsos, Siswa SMK Bunuh Pasangan Sesama Jenisnya.

Sebelumnya, diberitakan bahwa R mendapat ancaman dari Imam yang selama ini menjalin hubungan sesama jenis dengannya. Imam mengancam kisah mereka akan diumbar di media sosial.

“Jadi selama ini mereka berkomunikasi di media sosial lewat Facebook, chatting. Kemudian bertemu beberapa kali, dan tersangka mengaku saat bertemu itu burungnya dielus-elus korban,” jelas Kanit Reskrim Polsek Sungai Kunjang, Samarinda, Iptu Heru, seperti dilansir detikcom, Jumat (29/4/2016).

Rupanya Imam, pria yang sudah berkeluarga ini, tak puas kalau sebatas mengelus saja. Dia ingin lebih, dan mengajak R berhubungan badan. Tetapi R menolak. “Korban kemudian mengancam pelaku, kalau tidak mengikuti permintaannya, hubungan mereka akan diumbar di medsos,” lanjut Heru.

R rupanya takut dengan ancaman Imam. Namun kemudian timbul rasa kesal pada korban. Pada akhir pekan lalu, R akhirnya berpikir untuk membunuh korban.

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…