Ilustrasi sabu-sabu (Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja) Ilustrasi sabu-sabu (Desi Suryanto/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 29 April 2016 09:20 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

NARKOBA SLEMAN
Dijanjikan Rp100.000 per Transkasi Tapi ...

Narkoba Sleman, pengendar manfaatkan kekasih distribusikan sabu

Solopos.com, SLEMAN – Narkoba Sleman diedarkan perempuan bernama Novi, 27, warga Purwomartani, Kalasan, Sleman. Dia nekat mengedarkan narkotika jenis sabu dengan dikendalikan pacarnya berinisial B yang tinggal di Lapas Narkotika Pakem. Setelah dibuntuti selama berhari-hari, Novi ditangkap Satresnarkoba Polres Sleman pada, Rabu (27/4/2016) dalam operasi bersinar 2016.

Kasat Resnarkoba Polres Sleman AKP Anggaito Hadi Prabowo mengatakan, dari hasil pemeriksaan, Novi mengambil paket sabu itu dari seseorang yang tidak ia dikenal di Klaten. Sekali mengambil berjumlah 14 paket hemat. Masih dalam panduan pacarnya yang berada di Lapas, tersangka kemudian mengedarkan sendiri sabu tersebut dengan menaruhnya di sejumlah titik di kawasan Kalasan, Sleman untuk diambil para pembelinya.

Adapun pacarnya menjanjikan setiap titik pengiriman akan dihadiahi Rp100.000 yang ditransfer oleh orang lain.
“Dari 14 paket, sudah diedarkan tinggal tiga paket total 3,25 gram. Upahnya Rp100.000, kalau semua terjual berarti mendapat Rp1,4 juta. Turun alamatnya di seputaran Kalasan [Sleman],” ujarnya.

Saat diwawancara Novi mengaku terpaksa melakukan tindakan itu. Ia hanya menuruti kata pacaranya yang berada di Lapas.

“Karena janjinya ditransfer. Ya mangkel juga karena cuma dimanfaatkan. Saya mau mengedarkan karena terpaksa,” ujar Novi.

Selain Novi, Satresnarkoba Polres Sleman juga menangkap seorang ibu rumah tangga bernama Melinda, yang baru berumur 19 tahun warga Kasihan, Bantul. Menurut Anggaito, tersangka pernah ditangkap Polda DIY pada 2015,
di Minggiran, Sewon, Bantul. Dalam menangkap kemarin, pihaknya mengamankan barang bukti pipet dan timbangan.

“Yang beli pacaranya namanya Dani, dipakai bersama, hasil tes urin positif. Dani baru keluar [Lapas] dua minggu lalu,” ungkapnya.

LOWONGAN PEKERJAAN
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…