Yamaha Xabre modifikasi. (Mocyc.com)
Jumat, 29 April 2016 12:30 WIB Himawan Ulul/JIBI/Solopos.com Modifikasi Share :

MODIFIKASI MOTOR
Pasang Komponen Ini, Tampilan Yamaha Xabre Makin Angker

Modifikasi motor Yamaha Xabre datang dari Thailand.

Solopos.com, SOLO – Bagi pemilik Yamaha Xabre, ternyata tidak perlu memasang komponen aneh-aneh jika ingin memodifikasi motor naked sport itu supaya auranya semakin angker. Salah satu contohnya datang dari bengkel Ninja Shop Thailand.

Seperti dalam foto yang dilansir laman Mocyc, Kamis (27/4/2016), modifikasi motor yang dilakukan Ninja Shop pada Yamaha Xabre hanya mengandalkan sederet aksesori. Antara lain spion, tutup radiator, foot step custom, hand grip setang, dan slider.

Terpasang pula knalpot custom lengkap dengan pipa yang telah dimodifikasi. Selebihnya hanya permainan baut serta dicopotnya sejumlah komponen bodi, salah satunya sepatbor belakang. Tetapi bukan hal tersebut yang membuat aura Xabre berubah drastis.

Rahasianya ternyata terdapat pada pemilihan jenis ban. Dapat dilihat Ninja Shop mengaplikasikan ban semi off road untuk motor trail atau yang di Indonesia populer disebut sebagai ban tahu karena motif permukaannya yang kotak-kotak.

Motif tersebut ternyata serasi dengan bodi Xabre yang dipenuhi lekukan dengan sudut-sudut tajam. Melihat peleknya yang masih memakai bawaan pabrik, dapat dipastikan rasio ban juga tidak berubah dari ukuran standar.

Dijelaskan pula modifikasi motor Yamaha Xabre oleh Ninja Shop secara keseluruhan menghabiskan biaya 19.000 baht atau sekitar Rp6 jutaan. Dana terbesar dihabiskan untuk knalpot, ban, serta biaya perakitan. Mungkin jika proses modifikasinya dilakukan di Indonesia, biayanya bisa sedikit dipangkas.

lowongan pekerjaan
PT.MITRA PINASTHIKA MUSTIKA FINANCE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Bahasa Tubuh dan Bahasa Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (19/10/2017). Esai ini karya Triyono Lukmantoro, dosen Sosiologi Komunikasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro Semarang dan mahasiswa Program Doktor Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail…