Ilustrasi siswa SMA (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Jumat, 29 April 2016 05:10 WIB Septhia Ryanthie/JIBI/Solopos Solo Share :

KURIKULUM SEKOLAH
Lagi, 3 SMA di Solo Ditetapkan Sebagai Pelaksana K13

Kurikulum sekolah K13 akan semakin banyak diterapkan di SMA di Solo.

Solopos.com, SOLO – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akhirnya menetapkan hanya tiga SMA di Kota Solo yang akan menerapkan Kurikulum 2013 (K13) mulai tahun ajaran 2016/2017 mendatang. Tiga SMA tersebut yaitu SMA Regina Pacis, SMA Pangudi Luhur Santo Yosef dan SMA Kristen 1.

Dengan demikian, jumlah SMA di Kota Solo yang menerapkan kurikulum pengganti Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menjadi 21 SMA, dari sebelumnya 18 SMA.

Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Solo, Unggul Sudarmo, kewenangan penetapan sekolah yang menerapkan K13 tersebut memang ada di tangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Peran Disdikpora Solo sebatas mengajukan usulan.

“Untuk penambahan sekolah yang menerapkan K13 memang berdasarkan kuota. Untuk jenjang SMA, Solo mendapatkan jatah 3 sekolah,” ujar Unggul ketika ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (28/4/2016).

Unggul menambahkan, dari tiga SMA yang akan mulai menerapkan K13 tersebut, SMA Regina Pacis ditunjuk sebagai induk cluster.

Sebelumnya, jumlah SMA di Solo yang belum lama ini diusulkan untuk menerapkan K13 mulai tahun ini sebanyak 7 SMA. Dengan begitu, 4 SMA yang belum ditetapkan sebagai pelaksana K13 masih tetap menerapkan KTSP atau yang juga disebut Kurikulum 2006.

Unggul mengatakan, sebenarnya sekolah bisa menerapkan K13 secara mandiri. Namun konsekuensinya, sekolah tersebut harus menanggung sendiri biaya-biaya, mulai dari penyelenggaraan pendidikan dan latihan (diklat) guru serta beberapa kegiatan lain terkait persiapan dan pelaksanaannya.

“Saat ini rata-rata sekolah masih menilai berat jika harus menerapkan K13 secara mandiri,” ungkapnya.

Sesuai target pemerintah, 2018 mendatang seluruh sekolah harus menerapkan K13 yang telah disempurnakan atau yang akan disebut dengan Kurikulum Nasional.

Unggul menginformasikan, saat ini proses revisi K13 tersebut sudah selesai.

“Penerapannya bertahap dan sebagaimana ditargetkan oleh pemerintah, penyempurnaan K13 atau yang nantinya dinamakan Kurikulum Nasional ini harus sudah diterapkan di semua sekolah mulai 2018,” tandasnya.

Sementara untuk jenjang SMK, hingga kemarin pihaknya belum menerima hasil penetapan dari pemerintah tentang SMK yang akan mulai menerapkan K13 mulai tahun ajaran baru mendatang. “Untuk SMK saat ini belum ada pemberitahuan. Ya kita tunggu saja,” pungkasnya.

 

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…