Ilustrasi distribusi Raskin (JIBI/SOLOPOS/Sunaryo Haryo Bayu)
Jumat, 29 April 2016 10:20 WIB Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

KORUPSI RASKIN BANTUL
Dituding Lakukan Rekayasa, Ini Jawaban Polres Bantul

Korupsi raskin Bantul belum selesai juga meski sudah diproses selama empat tahun.

Solopos.com, BANTUL- Korupsi beras miskin (raskin) di Dusun Kuden, Sitimulyo, Piyungan, Bantul diduga direkayasa oleh Kepolisian Bantul. Empat tahun kasus ini ditangani polisi, tetapi sampai sekarang belum tuntas.

Terkait kasus tersebut, warga melakukan audensi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantul pada Rabu (6/4/2016). Sayangnya, audiensi tersebut tidak dihadiri Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Bantul Ajun Komisaris Polisi (AKP) Muhamad Kosim Akbar Bantilan yang dianggap bertanggungjawab atas proses penyidikan. Pertemuan itu hanya dihadiri penyidik kasus raskin Ipda Isnaini. Sedangkan Akbar dikabarkan  tengah ada urusan lain.

Isnaini membantah polisi merekayasa kasus dugaan korupsi raskin. “Itu enggak benar sama sekali. Kami sudah bekerja sesuai prosedur,” ungkap Isnaini tidak banyak bicara saat dicecar warga dan pengacara. Ikhwal adanya keterangan saksi yang hilang serta berkas yang tidak dilampirkan ia membantah semua itu kepada media ini.
“Semuanya ada sudah dilampirkan,” papar dia singkat, Kamis 928/4/2016)

Menurut Isnaini, berbagai keluhan warga tersebut sudah ia catat. Menurutnya polisi selama ini sudah bekerja dengan baik antara lain melibatkan BPKP untuk audit kerugian negara. Ia juga mengklaim ada perkembangan yang baik dalam penyidikan.

Seperti diberitakan sebelumnya, dalam kasus raskin Kuden, kepala dusun setempat disebut tidak memberitahukan kenaikan bantuan raskin dari semula hanya 40 karung beras naik menjadi 85 karung sepanjang Juni-Oktober 2012. Selisih 45 karung beras itu tidak diketahui. Dukuh juga tidak memberitahukan ada raskin ke-13 untuk warga miskin. Polisi telah memeriksa puluhan saksi dan menyita 50 sak karung beras masing-masing seberat 15 kilogram. Tersangka kepada media ini berkali-kali membantah menyelewengkan bantuan raskin.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…