Ahmad Dhani tampil membawakan lagu untuk menghibur pengunjung dalam kegiatan bertajuk Obrolan Musik bersama Ahmad Dhani di halaman Gedung DPRD Sragen, Rabu (27/4/2016) malam. (Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos) Ahmad Dhani tampil membawakan lagu untuk menghibur pengunjung dalam kegiatan bertajuk Obrolan Musik bersama Ahmad Dhani di halaman Gedung DPRD Sragen, Rabu (27/4/2016) malam. (Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos)
Jumat, 29 April 2016 06:10 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

KONSER MUSIK
Gunakan APBD, Pentas Musik Ahmad Dhani DPRD Sragen Tuai Kritik

Pentas Ahmad Dhani di Sragen menggunakan APBD ratusan juta rupiah menuai kritik.

Solopos.com, SRAGEN — Acara Sragen Musik Kompilasi dan Obrolan Musik yang digagas Ketua DPRD Sragen Bambang Samekto dan menghadirkan artis Ahmad Dhani mendapat kritikan masyarakat. Acara pertunjukan musik yang digelar Rabu (27/4) malam itu dinilai tidak efektif untuk meningkatkan pariwisata di Sragen dan tidak tepat untuk mengasah kreativitas anak muda.

Kritikan itu disampaikan Ketua Forum Masyarakat Sragen (Formas), Andang Basuki, saat dihubungi solopos.com, Kamis (28/4/2016) siang. Informasi yang diterima Espos, alokasi anggaran dari APBD senilai Rp200 juta untuk kegiatan seperti itu. Sebelumnya, DPRD juga mengundang grup musik Kla Project untuk tampil di halaman Gedung DPRD Sragen beberapa waktu lalu.

“Saya kira sasarannya kurang tepat. Daripada mengundang Ahmad Dhani ya lebih baik memanfaatkan dana yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Coba ditengok data kemiskinan di Sragen yang masih tinggi dan berkontribusi terhadap kemiskinan di Jawa Tengah. Dana Rp200 juta akan lebih efektif bila digunakan untuk pemberdayaan dan peningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Andang.

Andang berharap Pemkab dan DPRD bersinergi untuk mengentaskan kemiskinan itu. Apa yang disampaikan Andang itu sebagai bagian dari fungsi advokasi anggaran yang dimiliki Formas. Andang melihat kegiatan pentas musik dengan mengundang artis itu terkesan hanya hura-hura. Dia berharap ke depan tidak perlu ada anggaran pentas musik segala. “Saya mencium indikasi adanya penitipan anggaran seperti itu ke dinas terkait. Kalau seperti itu, Saya menduga ada kepentingan bersama antara Pemkab [Dinas] dengan DPRD,” tutur dia.

Sementara, Advisor Sragen Musik Kompilasi dan Obrolan Musik Sragen, Bambang Samekto, saat ditemui Espos, Rabu (28/4/2016), mengatakan kegiatan itu sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama kalangan anak muda. Totok, sapaan akrabnya, ingin menggali potensi seni di Bumi Sukowati lewat ajang Sragen Musik Kompilasi.

Dia sengaja mengundang Ahmad Dhani sebagai coach atau pelatih yang bisa diajak diskusi para pemuda untuk mengembangkan bakat mereka di bidang seni musik dan tarik suara.

Atas dasar itulah, Totok menggandeng Komunitas Sragen Walker untuk membuka pendaftaran anak muda berbakat. Mereka mencipta lagu sendiri lengkap dengan video klipnya dan dikirim ke panitia Sragen Musk Kompilasi.

“Ternyata ada 38 kelompok musik dan penyanyi yang mendaftar dalam ajang ini. Kemudian, Dinas [Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga] mengambil 10 besar terbaik. Mereka tampil semua di panggung. Mereka orang Sragen semua. Dhani [Ahmad Dhani] hanya sebagai coach,” ujar dia.

Totok berharap 10 besar video musik hasil karya anak muda Sragen itu bisa diproduksi dengan CD/DVD kompilasi lagu yang bisa dipasarkan. Dia menyampaikan anggaran acara itu hanya habis Rp175 juta. Sumber dananya, kata dia, berasal dari dinas dan sponsor.

 

lowongan pekerjaan
PT. SEJAHTERA MOTOR GEMILANG, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Vaksinasi dan Herd Immunity

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (16/12/2017). Esai ini karya Riris Andono Ahmad, Direktur Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Solopos.com, SOLO–Heboh outbreak penyakit difteri dan rendahnya cakupan imunisasi karena penolakan kelompok anti vaksin menimbulkan keresahan…