Ilustrasi sumur (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi sumur (JIBI/Solopos/Dok)
Jumat, 29 April 2016 10:35 WIB JIBI/Solopos/Newswire Peristiwa Share :

KISAH TRAGIS
Diduga Stres, Ibu Sambil Gendong Anak Nyemplung Sumur di Sukabumi

Kisah tragis terjadi di Sukabumi saat seorang ibu nekat nyemplung sumur dengan menggendong anaknya.

Solopos.com, SUKABUMI – Yayan Supyani,42, kaget, Jumat (29/4/2016) hari tadi sekitar pukul 02.30 WIB, mendengar ada suara minta tolong. Yayan memberanikan diri keluar rumah dan mencari tahu asal suara itu. Ternyata berasal dari dalam sumur.

Setelah ditengok dengan senter ada seorang anak kecil. Yayan kemudian memanggil tetangganya yang lain, yang segera datang ke lokasi. Pagi itu juga, Jumat (29/4/2016), warga segera mengangkat anak kecil itu ke atas.

Bocah bernama Yusuf dan berusia 5 tahun itu selamat. Tapi dia mengaku, ibunya masih ada di bawah. Yayan segera melapor ke polisi. Tak lama datang petugas PMI dan polisi. Sekitar pukul 07.30 WIB, ibu bernama Elah, 42, berhasil diangkat. Namun nyawanya tak tertolong.

Warga menyemut di sekitar lokasi melihat proses evakuasi itu. Sumur milik Yayan memang berada di luar rumah. Dan hanya ditutup papan. Tapi belum diketahui bagaimana bisa ibu dan anak itu bisa masuk ke sumur.

Jenazah Elah kemudian dibawa dari Kp Cijambe lokasi korban tercebur ke sumur, ke rumah sakit. Polisi juga melakukan penelusuran dan ditemukan lokasi keluarga korban di Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, yang berlokasi 10 Km dari sumur maut itu.

Dan ternyata, berdasarkan pengakuan suami korban, Endang, 50, istrinya bernama Elah dalam keadaan stres. Istrinya berpamitan dari rumah pada Kamis (28/4/2016) sekitar pukul 16.00 WIB untuk membeli obat di apotik.

“Jiwanya terganggu kadang normal kadang suka kambuh, pas kemarin dia pamitan mau beli obat. Keadaan stresnya itu sejak anak saya yang ke empat meninggal tiga bulan yang lalu. Dia sempat mendapat perawatan di RSUD R Syamsudin SH Kota Sukabumi,” kata Endang kepada wartawan sekitar pukul 08.15 WIB.

Endang mengaku membiarkan istrinya membawa Yusuf,5, anak mereka yang paling besar karena menurutnya saat itu kondisi sang istri sedang stabil. Selain itu Endang beralasan jika lokasi apotik tak terlalu jauh dari tempat tinggalnya.

“Dia bawa uang dan HP di dalam tas, anak saya Yusuf dia gendong. Saya sempet nanya bisa nggak, dia jawab bisa saat itu saya juga berfikir apotik nggak jauh,” lanjut pria yang sehari harinya bekerja di meubel tersebut.

Endang tak menyangka, istrinya berjalan kaki sejauh lebih dari 10 kilometer. Semalaman dia sempat melakukan pencarian, namun istri dan putra sulungnya itu tak kunjung ditemukan.

“Saya kaget, ketika dikasih kabar istri dan anak saya masuk sumur oleh polisi. Lagipula antara rumah dan lokasi sumur sangat jauh, saya yakin ketika diperjalanan penyakit istri saya kumat dan nekat menggendong anak saya masuk sumur di tempat tersebut,” kata Endang lagi.

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…