(thinkstock)
Jumat, 29 April 2016 18:40 WIB Irawan Sapto Adhi/JIBI/Solopos Solo Share :

KESEHATAN WARGA SOLO
70% Penderita Kanker Ditemukan Sudah Stadium Lanjut

Kesehatan warga Solo, mayoritas penderita kanker ditemukan masuk stadium lanjut.

Solopos.com, SOLO–Sebagian besar penderita kanker yang memeriksakan diri di berbagai rumah sakit (RS) di Kota Bengawan ditemukan dengan stadium sudah lanjut.

Hal tersebut disampaikan Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Solo, dr. Heru Priyanto, SpOG(K)Onk. saat berbincang dengan Solopos.com di sela-sela penyuluhan bagi penderita kanker dan keluarga penderita kanker dalam rangka perayaan HUT ke-1 YKI Cabang Solo di Poli Radioterapi RSUD dr. Moewardi, Solo,  Jumat (29/4/2016). Menurut dia, sebanyak 70% penderita kanker yang memeriksakan diri ditemukan dengan stadium sudah lanjut.

“Kami terus mencoba untuk sharing dan memberikan edukasi agar masyarakat aware terhadap kanker. Kami ingin mendorong kewapsadaan masyarakat terhadap kanker. Dasarnya adalah angka penderita kanker terus meningkat. Banyak penderita kanker yang datang ke rumah sakit sudah dalam stadium lanjut, yakni 2b ke atas,” kata Heru.

Heru menjelaskan penderita kanker dengan stadium lanjut sudah merasakan kesakitan tinggi, seperti banyak keluhan karena menderita nyeri dan sebagainya. Selain itu, dia menyebut, tingkat kesembuhan penderita kanker dengan stadium lanjut tergolong rendah. Heru menyampaikan penderita kanker dengan stadium lanjut tentu harus menjalani pengobatan yang tentu akan membutuhkan atau memakan biaya besar.

“Masyarakat harus mendapatkan edukasi biar mereka mampu melakukan deteksi dini terhadap penyakit kanker. Kalau sudah mengetahui menderita kanker, masyarakat harus segera berobat atau menuntun masyarakat lain untuk berobat. Mohon maaf, angka kematian bagi penderita kanker dengan stadium lanjut tergolong tinggi,” jelas Heru.

Disinggung mengenai ketersediaan layanan kesehatan bagi penderita kanker, Heru menilai, Solo sudah tersedia rumah sakit (RS) dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang bagus. Namun, secara kelengkapan fasilitas masih belum semuanya terpenuhi. Dia mencontohkan RSUD dr. Moewardi yang memiliki mesin radioterapi dengan jumlah terbatas. Heru menyampaikan mesin radio terapi jenis tertentu belum tersedia di RSUD dr. Moewardi.

Heru berhasrat YKI cabang Solo ingin lebih banyak menyentuh seluruh lapisan masyarakat terutama di Kota Bengawan untuk lebih aware terhadap penyakit kanker. YKI bakal mengadakan kegiatan penyuluhan, deteksi dini, dan memberikan bantuan secara material maupun moril kepada penderita kanker. Dia menambahkan, YKI cabang Solo juga ingin bergandengan tangan dengan pemerintah, lembaga pendidikan atau lembaga masyarakat untuk memerangi penyakit kanker dengan cara memberikan edukasi yang benar dan dukungan kepada penderita kanker.

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…