FX. Hadi Rudyatmo,Wali Kota Solo (Dok/JIBI/Solopos) Wali Kota Solo F.X. Hadi Rudyatmo,(JIBI/Solopos/Dok.)
Jumat, 29 April 2016 17:23 WIB Septhja Ryanthie/JIBI/Solopos Pendidikan Share :

KELULUSAN SISWA
Lulusan SMK Diharapkan Bisa Jadi Pemimpin

Kelulusan siswa SMK Negeri (SMKN) 2 Solo yang digelar di Gedung Saba Buana Solo, Jumat (29/4/2016).

Solopos.com, SOLO-Lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kota Solo diharapkan bisa menjadi seorang pemimpin. Hal itu ditegaskan Wali Kota Solo, Hadi Rudyatmo (Rudy), saat menghadiri acara Pelepasan Siswa Kelas XII SMK Negeri (SMKN) 2 Solo yang digelar di Gedung Saba Buana Solo, Jumat (29/4/2016).

Rudy menyatakan, siswa yang mengenyam pendidikan di SMK biasanya berasal dari keluarga kurang mampu. Orientasi mereka selepas lulus SMK adalah bisa langsung mendapatkan pekerjaan yang bisa memperbaiki kehidupan ekonomi keluarga.
Namun Rudy mengakui, beberapa waktu belakangan kondisinya berbeda.

“Tentunya sekarang berbeda dengan dulu. Sekarang ini meskipun lulusan SMK, banyak pula yang memilih melanjutkan studi ke perguruan tinggi,” ungkapnya.
Namun Rudy mengatakan hal itu tidak masalah selama memiliki kemampuan, terutama dalam hal keuangan.

“Walaupun lulusan SMK, diharapkan kelak bisa menjadi seorang pemimpin,” tandas Rudy.

Dalam kesempatan itu, SMKN 2 Solo melepas sebanyak 603 siswanya yang berasal dari berbagai program keahlian.
Kepala SMKN 2 Solo, Sriyadi, mengungkapkan, saat ini sudah hampir 50 persen siswa tersebut sudah mengikuti perekrutan tenaga kerja di berbagai perusahaan di sejumlah kota besar. Bahkan sudah ada 26 siswa yang diterima bekerja di PT. Pako.

“Rencananya mereka berangkat setelah pengumuman kelulusan,” ujar Sriyadi ketika ditemui wartawan.

Berdasarkan survei yang dilakukannya terhadap siswa Kelas XII SMKN 2, lanjut Sriyadi, diketahui bahwa ada sekitar 40 persen siswa berniat melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

Terkait hal itu, Sriyadi menilai tidak masalah. Sriyadi mengutip pendapat sejumlah tokoh, bahwa pendidikan merupakan prasyarat stabilitas masyarakat, pendidokan merupakan proses kemakmuran ekonomi, dan pendidikan adalah inovasi masa depan. Dengan itu, menurutnya, lulusan SMK pun layak dan pantas jika ingin melanjutkan studi selama ada dukungan.

“Terutama adanya dukungan dari orang tua dalam bentuk finansial. Tapi bila lululan memang ingin kerja, ya menurut saya itu juga cukup,” tandasnya.

Wakil Kepala Bidang Hubungan Masyarakat dan Hubungan Industri SMKN 2 Solo, Kasmadi, selain PT. Pako, ada sejumlah perusahaan yang juga merekrut langsung tenaga kerja dari lulusan SMKN tersebut. Namun dia mengakui, saat lulusan diterima bekerja, tidak bisa selalu berangkat bersamaan. “Karena ada ketentuan usia juga. Kalau lulusan belum genap 17 tahun ya harus menunggu,” pungkasnya.

 

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…