Foto ilustrasi. (JIBI/Harian Jogja/Reuters)
Jumat, 29 April 2016 08:40 WIB Gilang Jiwana/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

KASUS PENYAYATAN
Sultan Minta Polisi Bergerak Cepat

Sultan menilai bila tak ada penanganan tegas kasus ini akan terus meresahkan masyarakat.

 

 

Solopos.com, JOGJA – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menuntut aparat kepolisian serius dalam mengungkap kasus penyayatan di Jogja. Dia menilai bila tak ada penanganan tegas kasus ini akan terus meresahkan masyarakat.

Ditemui di Kompleks Kepatihan Kamis (28/4/2016), Sultan mengaku prihatin dengan kejadian tersebut. Terlebih saat ini keresahan masyarakat mulai berkembang. Menurutnya meskipun korban dan skalanya lebih kecil, kasus di Jogja hampir mirip dengan yang terjadi di Magelang.

“Tapi saya belum tahu apakah hanya usil atau ada upaya menimbulkan rasa takut,” kata dia.

Sultan pun meminta kepolisian untuk segera mengungkap pelaku dan mencari tahu motifnya. Meskipun demikian, dia meminta masyarakat tetap tenang dan tak panik karena sejauh ini pelakunya hanyalah seorang individu dan bukan merupakan gerakan massal.

Lebih lanjut Sultan juga berpesan kepada masyarakat untuk tetap berhati-hati bila harus bepergian. Menurutnya lebih baik menghindari tempat sepi diana kejahatan berpotensi terjadi dan tetap menjaga kewaspadaan.

“Karena kejahatan kan tidak bisa diprediksi,” imbuh dia.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora DIY) Kadarmanta Baskara Aji menyampaikan permintaan senada kepada aparat kepolisian. Terlebih tiga korban dalam aksi penyayatan kemarin berasal dair kalangan pelajar dan mahasiswa.

“Kami khawatirnya bila tak segera diatasi akan membuat siswa takut berangkat sekolah,” kata dia.

Soal penanganan korban, Aji mengatakan saat ini Disdikpora DIY sudah menyiapkan psikolog pendamping untuk membantu korban mengatasi rasa traumaa. Namun ternyata sejauh ini korban sudah tak khawatir dan tak mengalami trauma berarti. Bahkan salah satu korban yangmasih duduk di bangku Sekolah Dasar sudah mengikuti ujian seperti rekan-rekannya yang lain.
“Kami sudah bilang ke sekolah bahwa siap membantu bila ada yang trauma, tapi sejauh ini tampaknya masih bisa ditangani sekolah,” imbuh dia.

Sementara Kapolsek Kotagede Kompol HM Suparman mengatakan saat ini mereka masih mengumpulkan data-data. Data yang mereka kumpulkan sudah didukung dengan rekaman CCTV yang sudah diterima pihaknya.

lowongan pekerjaan
BMT ALFA DINAR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…