Mesut Ozil (Sky Sports)
Jumat, 29 April 2016 01:30 WIB Ahmad Baihaqi/JIBI/Solopos.com Inggris Share :

KARIER PEMAIN
Ozil Enggan Buru-Buru Bahas Kontrak

Karier pemain Mesut Ozil yang tak mau tergesa-gesa membahas perpanjangan kontrak di Arsenal.

Solopos.com, LONDON – Penggawa Arsenal, Mesut Ozil, tak mau terburu-buru membahas perpanjangan kontraknya bersama Arsenal. Menurutnya, waktu yang paling tepat untuk membahas hal tersebut adalah ketika musim telah berakhir.

Ozil sendiri masih memiliki kontrak hingga 2018 mendatang. Arsenal sendiri telah melakukan negosiasi perpanjangan kontrak dengan Ozil. The Gunner juga melakukan hal yang sama dengan pemain bintang lainnya, Alexis Sanchez.

Arsenal nampaknya tak mau kehilangan servis Ozil. Oleh karena itu mereka menyiapkan perpanjangan kontrak baru meski kontrak lama masih tersisa dua tahun lagi. Ya, apalagi performa Ozil cukup menjanjikan dengan menjadi top asisst sementara di Liga Premier Inggris musim ini.

Tapi, Ozil tampak santai mengenai perpanjangan kontrak tersebut. “Tak perlu buru-buru. Saya masih punya dua tahun tersisa dalam kontrak. Kami akan lihat bagaimana nanti saat musim berakhir,” ujar Ozil seperti dikutip dari Sky Sports, Kamis (28/4/2016).

Sejauh ini Ozil memang jauh dari isu hengkang. Tapi dia sempat beberapa kali dikabarkan bakal kembali ke Liga Jerman yang merupakan tanah kelahirannya. Dia juga sempat diberitakan akan hijrah ke Turki yang merupakan negara asal kakeknya.

“Saya tidak mengatakan mutlak harus kembali ke Bundesliga atau menghabiskan waktu di Turki. Tapi saya pun tidak mencoret kemungkinan itu. Mungkin saja saya malah akan menghabiskan karier di Inggris,” paparnya.

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…