Aktivitas perdagangan di Pasar Gede Solo menurun saat Pilkada serentak, Rabu (9/12/2015). Para pedagang dan pembeli memilih menggunakan hak pilihnya terlebih dahulu sebelum ke pasar. (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/Solopos)
Jumat, 29 April 2016 19:30 WIB Irene Agustine/JIBI/Bisnis Ekonomi Share :

Jokowi Tak Mau Pasar Tradisional Kalah dari Mal, Caranya?

Pasar tradisional harus direvitalisasi agar mampu bersaing dengan mal, tapi tak hanya fisiknya.

Solopos.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan revitalisasi pasar tradisional dapat mengubah stigma masyarakat dan mampu bersaing dengan mal.

“Ke depan, saya minta jangan sampai yang namanya pasar tradisional kalah sama mal,” katanya saat meresmikan Pasar Amahami di Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat, dikutip Bisnis/JIBI dari keterangan resmi Tim Komunikasi Presiden, Jumat (29/4/2016).

Presiden juga meminta agar masyarakat berperan untuk memelihara pasar yang menelan dana senilai Rp7 miliar yang bersumber dari Anggaran dan Pendapatan Belanja Nasional (APBN) dan Rp900 juta dari Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah (APBD) setempat.

Terkait dengan masih adanya sekitar 500 pedagang yang masih belum tertampung, Presiden memerintahkan Menteri Perdagangan Thomas Lembong untuk menambah luas Pasar Amahami. “Ditambahi lagi supaya semua bisa masuk, tahun depan saya ke sini lagi berarti,” ujar Presiden.

Lebih lanjut, Presiden mengatakan bahwa pembangunan fisik tidak cukup untuk membuat pasar tradisional dapat berkembang. Perlu perbaikan manajemen, pengelolaan secara profesional dan modern.

“Kalau bisa dikoneksikan dengan kabupaten dan kota lain, contoh kemarin di Jakarta harga bawang mahal sekali, di sini harga bawang masih tengah, kalau dilarikan ke Jakarta, keuntungan petani di sini lebih baik,” ujarnya.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Perdagangan Thomas Lembong, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Gubernur NTB Zainul Majdi, dan Wali Kota Bima Qurais.

LOWONGAN PEKERJAAN
QUALITY CONTROL & ADMIN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…