Pemain PSIM Jogja saat mengikuti sesi latihan fisik ringan di Stadion Mandala Krida, Rabu (27/4/2016) pagi. (Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja) Pemain PSIM Jogja saat mengikuti sesi latihan fisik ringan di Stadion Mandala Krida, Rabu (27/4/2016) pagi. (Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja)
Jumat, 29 April 2016 04:20 WIB Arief Junianto/JIBI/Harian Jogja Kota Jogja Share :

ISC B 2016
Waktu Mepet, Manajemen Nekat Coret Pemain

ISC B 2016 PSIM Jogja memulangkan dua pemain baru.

Solopos.com, JOGJA-Beberapa hari jelang kick off laga perdananya di ajang Indonesia Soccer Championship (ISC) B, manajemen PSIM Jogja mengambil langkah berani. Mereka memulangkan dua pemain anyarnya lantaran dinilai gagal menunjukkan performa maksimal.

Kedua pemain anyar yang didatangkan sengaja untuk menggantikan peran Eko Kancil yang hengkang, itu masing-masing adalah Handik Arif Utomo dan Teguh Angga. Penampilan mereka dinilai tak maksimal saat uji coba kontra Tunas Jogja, Selasa (27/4) lalu di Stadion Kridosono.

Ketua Umum PSIM Agung Damar Kusumandaru membenarkan kabar pencoretan kedua pemain asal Jawa Timur itu. Meski diakuinya sendiri keputusan itu terbilang terburu-buru namun, ia merasa perlu untuk segera bertindak cepat.

“Karena waktu kick off juga sudah mepet juga kan,” kata Agung saat ditemui di sela sesi latihan pagi PSIM Jogja, di Stadion Mandala Krida, Rabu (27/4/2016).

Sayangnya, saat ditanya mengenai perburuan pemain lainnya, legislator Jogja itu belum bisa memastikannya. Ia hanya mengatakan bahwa perburuan pemain guna mengisi kekosongan slot pasca ditinggalkannya Eko Kancil tetap akan dilakukan manajemen.

“Kalau kapannya, saya sendiri tak bisa memastikan, tentu ya secepatnya,” imbuhnya.

Dengan begitu, untuk pendaftaran entry by name pemain via online, dirinya masih akan fokus pada stok 22 pemain yang ada saat ini. Begitu pula dengan 5 orang pemain magang yang dimilikinya, hingga kini pihaknya juga belum berencana untuk mendaftarkan salah satu dari mereka.

Hal itu dibenarkan pula oleh Pelatih PSIM Jogja Erwan Hendarwanto. Erwan mengakui, saat ini memang tengah fokus pada 22 pemain itu saja dulu. Diakuinya, pasca laga uji coba terakhir kontra Tunas Jogja, Selasa (26/4) sore lalu, kerangka timnya sudah mulai terlihat. Pasalnya, dalam laga yang berkesudahan dengan skor 4-0 untuk PSIM Jogja itu, Erwan sengaja membagi timnya dalam dua komposisi. Sementara keempat gol itu sendiri, dua diantaranya dicetak oleh Hendika Arga, dan dua gol lainnya masing-masing dicetak oleh Krisna Adi dan Rangga Muslim.

Komposisi pertama ia turunkan di babak pertama. Komposisi di babak pertama itu antara lain adalah Tito Rama (kiper), Anjar Beni, Tri Wahyu Ari, dan Ayub (bek), Teguh Angga dan Handik Arif Utomo di posisi gelandang bertahan, Habib, Edo, dan Dicky di posisi gelandang serang, serta Hendra Budi sebagai penyerang.

Sedangkan di babak kedua, Erwan menurunkan sejumlah pemain intinya seperti M.Riskal, Edo Pratama, Suni Hizbullah (bek), Dimas Priyambodo, Gilang Pratama di posisi gelandang bertahan, Rangga Muslim, Hendika Arga, dan Johan Arga di sektor gelandang serang, serta Krisna Adi posisi penyerang utama. Ternyata, justru komposisi di babak kedua inilah yang terbilang tampil maksimal.

Permainan bola pendek dari kaki ke kaki yang mereka peragakan lebih hidup ketimbang di babak pertama. Selain itu, kreativitas saat membongkar pertahanan lawan pun diakui Erwan jauh lebih efektif di babak kedua.

Penampilan impresif Hendika Arga sebagai playmaker ternyata lebih berdampak positif pada tim ketimbang mengandalkan pemain muda Habib. Inilah yang membuat Erwan lantas menetapkan komposisi di babak kedua itu sebagai kerangka tim utama PSIM Jogja di ajang Indonesia Soccer Championship (ISC) B mendatang.

Seperti diketahui, sesuai jadwal, PSIM Jogja akan mengawali perjalanannya di ISC B dengan menjamu tim asal Batang, Persibat, Minggu (1/5/2016). Rencananya, laga itu akan digelar di Stadion Sultan Agung, stadion milik Persiba Bantul yang juga dipakai PSIM Jogja sebagai homebase selama gelaran turnamen ISC B.

lowongan pekerjaan
EDITOR MATEMATIKA (Fulltime), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….