Gabungan penari mementaskan tari kolosal bertema Pesona Solo Kemilau pada pertunjukan Solo 24 Jam Menari di Jl. Jendral Sudirman, Solo, Jumat (29/4/2016). (Ivanovic Aldino/JIBI/Solopos) Gabungan penari mementaskan tari kolosal bertema Pesona Solo Kemilau pada pertunjukan Solo 24 Jam Menari di Jl. Jendral Sudirman, Solo, Jumat (29/4/2016). (Ivanovic Aldino/JIBI/Solopos)
Jumat, 29 April 2016 20:40 WIB Kharisma Dita R/JIBI/Solopos Peristiwa Share :

HARI TARI SEDUNIA
Kemeriahan 24 Jam Menari, Cuma Solo Yang Bisa Begini!

Hari Tari Sedunia di Solo diperingati Solo 24 Jam Menari.

Solopos.com, SOLO — Tepat Jumat (29/4/2016) ini, masyarakat berbagai belahan dunia merayakan Hari Tari Dunia (HTD). Di Kota Solo, perayaan HTD sudah dimulai sejak Kamis (28/4). Selama perayaan tersebut, aksi kurang lebih 6.300 orang penari pun menjadi momen yang diburu.

 Gabungan penari mementaskan tari kolosal bertema Pesona Solo Kemilau pada pertunjukan Solo 24 Jam Menari di Jl. Jendral Sudirman, Solo, Jumat (29/4/2016). (Ivanovic Aldino/JIBI/Solopos)


Gabungan penari mementaskan tari kolosal bertema Pesona Solo Kemilau pada pertunjukan Solo 24 Jam Menari di Jl. Jendral Sudirman, Solo, Jumat (29/4/2016). (Ivanovic Aldino/JIBI/Solopos)

“Kapan lagi eksis bareng 6.000 an penari, plus bergaya ala penari juga,” ujar Soraya Larasati, 24, salah seorang warga Kota Solo yang terlihat kukuh mengendap-endap mengambil foto penari dari dekat, menghindari imbauan petugas keamanan yang berulang kali meminta warga untuk tidak terlalu dekat di seputaran Jalan Jenderal Soedirman pada puncak perayaan Solo Menari 24 Jam di pusat Kota Solo.

Ya, tepat di 10 tahun perjalanan perayaan tari 24 jam di Kota Solo, selama itu pula animo masyarakat bahkan dari luar kota Solo meningkat. Seperti halnya Arini Trihastuti, 25, salah seorang warga Kota Surabaya yang datang jauh-jauh untuk menyaksikan perhelatan tari di Kota Solo tersebut.

 Gabungan penari mementaskan tari kolosal bertema Pesona Solo Kemilau pada pertunjukan Solo 24 Jam Menari di Jl. Jendral Sudirman, Solo, Jumat (29/4/2016). (Ivanovic Aldino/JIBI/Solopos)


Gabungan penari mementaskan tari kolosal bertema Pesona Solo Kemilau pada pertunjukan Solo 24 Jam Menari di Jl. Jendral Sudirman, Solo, Jumat (29/4/2016). (Ivanovic Aldino/JIBI/Solopos)

“Bagus, sih, ya. Selama ini pas hari tari Solo selalu jadi list yang harus dikunjungi. Di Surabaya enggak seperti di Solo,” ujar dia saat menyaksikan kemeriahan tarian massal Pesona Solo Kemilau di seputaran jalan Jenderal Soedirman Solo, Jumat sore.

 Gabungan penari mementaskan tari kolosal bertema Pesona Solo Kemilau pada pertunjukan Solo 24 Jam Menari di Jl. Jendral Sudirman, Solo, Jumat (29/4/2016). (Ivanovic Aldino/JIBI/Solopos)


Gabungan penari mementaskan tari kolosal bertema Pesona Solo Kemilau pada pertunjukan Solo 24 Jam Menari di Jl. Jendral Sudirman, Solo, Jumat (29/4/2016). (Ivanovic Aldino/JIBI/Solopos)

Jumat sore tersebut, puncak selebrasi Solo 24 Jam Menari di venue Kota Solo yang dipusatkan di Jalan Jenderal Sudirman menyedot animo ribuan orang yang berbondong-bondong datang untuk menjadi saksi momen setahun sekali tersebut.

 Gabungan penari mementaskan tari kolosal bertema Pesona Solo Kemilau pada pertunjukan Solo 24 Jam Menari di Jl. Jendral Sudirman, Solo, Jumat (29/4/2016). (Ivanovic Aldino/JIBI/Solopos)


Gabungan penari mementaskan tari kolosal bertema Pesona Solo Kemilau pada pertunjukan Solo 24 Jam Menari di Jl. Jendral Sudirman, Solo, Jumat (29/4/2016). (Ivanovic Aldino/JIBI/Solopos)

Sekitar 1.645 orang penari yang beraksi dalam tarian massal tersebut sekaligus menguatkan image Kota Solo sebagai kota seni dan budaya.

 Gabungan penari mementaskan tari kolosal bertema Pesona Solo Kemilau pada pertunjukan Solo 24 Jam Menari di Jl. Jendral Sudirman, Solo, Jumat (29/4/2016). (Ivanovic Aldino/JIBI/Solopos)


Gabungan penari mementaskan tari kolosal bertema Pesona Solo Kemilau pada pertunjukan Solo 24 Jam Menari di Jl. Jendral Sudirman, Solo, Jumat (29/4/2016). (Ivanovic Aldino/JIBI/Solopos)

Terlebih kreasi tarian massal yang dibawakan pada sore hari tersebut tersaji semi drama dengan narasi-narasi kultur kebersamaan dalam keberagaman etnis budaya dan agama dalam dinamika Kota Solo.

Ratusan kostum modern-tradisional mewarnai sepanjang jalan dari depan Bank Indonesia-simpang Gladak Solo. Sementara itu di waktu yang sama, dua orang penari 24 jam di Institut Seni (ISI) Solo juga menuntaskan misi menari 24 jam mereka.

 Gabungan penari mementaskan tari kolosal bertema Pesona Solo Kemilau pada pertunjukan Solo 24 Jam Menari di Jl. Jendral Sudirman, Solo, Jumat (29/4/2016). (Ivanovic Aldino/JIBI/Solopos)


Gabungan penari mementaskan tari kolosal bertema Pesona Solo Kemilau pada pertunjukan Solo 24 Jam Menari di Jl. Jendral Sudirman, Solo, Jumat (29/4/2016). (Ivanovic Aldino/JIBI/Solopos)

Sebagaimana dijadwalkan sebelumnya, sajian tari-tarian di perayaan ini akan terus berlanjut hingga dini hari di sejumlah venue yang telah ditentukan.

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…