Andre Rahmanto (Istimewa) Andre Rahmanto (Istimewa)
Jumat, 29 April 2016 09:00 WIB Kolom Share :

GAGASAN
Menafsir Ulang Hakikat Pekerja Administrasi

Gagasan Solopos, Kamis (28/4/2016), ditulis Andre Rahmanto. Penulis adalah Komunikolog dan Kepala Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret.

Solopos.com, SOLO — Beberapa negara merayakan Hari Profesi Administrasi pada 27 April. Inisiasi perayaan dilakukan salah satu asosiasi pekerja administrasi profesional di Amerika Serikat sejak 2000 dan sekarang meluas diperingati oleh negara-negara Eropa, Afrika, Asia,  termasuk Hongkong, Singapura, dan Malaysia.

Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat, jumlah pekerja sekretaris dan pekerja administrasi sekitar empat juta orang pada 2010, merupakan satu di antara pekerjaan terbesar dalam perekonomian Amerika Serikat. Di Indonesia saya belum pernah mendengar ada peringatan semacam itu.

Hal ini menarik karena seolah-olah urusan administrasi lepas dari perhatian publik, padahal barangkali jumlah pekerja administrasi di sini juga tak kalah banyaknya. Sampai sekarang pemerintah masih membuka ribuan Program Studi Administrasi Perkantoran di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) serta terdapat program diploma dan sarjana bidang sekretaris/administrasi perkantoran.

Yang dimaksud sebagai profesional administrasi yaitu individu yang bertanggung jawab terhadap tugas-tugas administrasi dan koordinasi informasi dalam mendukung unit-unit sebuah organisasi bisnis maupun publik. Di Indonesia sering juga disebut dengan tugas-tugas kesekretariatan atau ketatausahaan.

Pada praktiknya pekerjaan profesional administrasi begitu kompleks. Mereka melakukan pekerjaan menulis korespondensi bisnis, mengembangkan dan memelihara dokumen serta pengarsipan, menciptakan dan memelihara database, penjadwalan manajer dan eksekutif, pengelolaan peralatan kantor, bekerja dengan vendor, menjawab dan menangani panggilan telepon, membuat spreadsheet dan laporan, perencanaan dan koordinasi pertemuan serta acara, membuat pengaturan perjalanan, dan masih banyak lagi.

Pengertian sempit pada masa lalu menganggap sekretaris hanya pelayan bos atau administrasi hanya berarti tata usaha. Pengertian telah berkembang menjadi konsep administrasi yang melayani keperluan seluruh organisasi secara terintegrasi.

Pandangan ini melihat pekerja administrasi kantor sebagai pemberi bantuan (auxiliary process) yang disiapkan untuk mendukung pucuk pimpinan. Pada awalnya Hari Profesi Administrasi dimaksudkan untuk memberi penghargaan pada profesi sekretaris atau staf administratif saja. [Baca selanjutnya: Sepele]

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…