Ekskavator disiagakan di lokasi longsor di Desa Beruk, Jatiyoso, Karanganyar. (Sri Sumi Handayani/JIBI/Solopos)
Jumat, 29 April 2016 20:15 WIB Kurniawan/JIBI/Solopos Karanganyar Share :

BENCANA KARANGANYAR
Pembangunan Jembatan Darurat di Beruk Dimulai Mei

Bencana Karanganyar, pembangunan jembatan darurat di Beruk dimulai Mei mendatang.

Solopos.com, KARANGANYAR–Pembangunan jembatan darurat di Dusun Jengglong, Wonorejo, dan Dusun Tasin, Beruk, Kecamatan Jatiyoso, yang ambrol terkena material longsoran akan dimulai Mei 2016.

Nilai masing-masing kegiatan tersebut Rp500 juta. Penjelasan itu disampaikan Camat Jatiyoso, Sundoro, saat ditemui wartawan seusai rapat koordinasi rencana pembangunan jembatan, Kamis (28/4/2016).

Rapat dipimpian Sekda Karanganyar, Samsi, di Ruang Garuda I Gedung Setda Karanganyar. “Dipastikan untuk pembangunan dua jembatan darurat dimulai bulan depan [Mei],” kata dia.

Sundoro menjelaskan pembangunan jembatan darurat menggunakan sumber dana berbeda. Untuk jembatan Jengglong akan menggunakan dana tak terduga 2016 Kabupaten Karanganyar. Sedangkan pembangunan jembatan di Dusun Tasin menggunakan dana dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Konstruksi jembatan darurat akan menggunakan besi.

“Jenis jembatannya nanti semi permanen dengan konstruksi besi. Karena bersifat darurat, kapasitas beban maksimalnya dua ton. Tapi sudah bisa dilalui mobil pengangkut sayur mayur,” imbuh dia.

Sundoro menerangkan rapat koordinasi lintas sektoral bersepakat pembangunan jembatan darurat butuh waktu dua bulan. Tapi dalam pelaksanaannya ditargetkan rampung sebelum puasa Ramadan.

Ditanya ihwal lambannya pembangunan jembatan, menurut Sundoro disebabkan prosedur administratif. Dia mencontohkan mekanisme pengajuan bantuan anggaran kepada BNPB.

“Bukannya tidak kompak. Kami memang maunya cepat. Tapi terbentur makenisme dan aturan main. Kita kan perlu mengusulkan bantuan ke BNPB, dan administrasi lainnya,” tambah dia.

Terpisah, Ketua Komisi D DPRD Karanganyar, Endang Muryani, meminta Pemkab lebih serius menangani pemulihan dampak pascabencana alam tanah longsor di Desa Beruk.

Dia menyayangkan pembuatan jembatan darurat tak kunjung dilakukan, kendati sangat dibutuhkan masyarakat. Jalan yang terputus adalah jalur utama mengirim sayur matur dan hasil bumi. “Bencana tanah longsor di Tasin, Beruk itu kan terjadi Rabu [10/2/2016] lalu. Kenapa sampai sekarang aktivitas masyarakat terdampak bencana, belum pulih seperti semula?,” sesal dia.

Politikus PDI Perjuangan (PDIP) itu meminta masing-masing SKPD menahan ego sektoral dalam penanganan pascabencana. Kepentingan masyarakat harus selalu diutamakan.

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…