Foto Demonstrasi Tolak Premanisme JIBI/Harian Jogja/Desi Suryanto
Jumat, 29 April 2016 03:50 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

AKSI KEKERASAN
Polda DIY Bidik Preman Jalanan

Polda DIY mengerahkan seluruh pasukan untuk melakukan operasi premanisme secara besar-besaran.

 

 

Solopos.com, SLEMAN – Kapolda DIY Brigjen Pol Prasta Wahyu Hidayat geram dengan adanya premanisme jalanan seperti yang terjadi di Kota Jogja belum lama ini. Polda DIY mengerahkan seluruh pasukan untuk melakukan operasi premanisme secara besar-besaran.

Dalam pertemuannya dengan awakmedia di Mapolda DIY, perwira tinggi yang baru sepekan menjabat sebagai Kapolda DIY ini menyatakan telah menggelar operasi besar-besaran terkait premanisme. Operasi itu bertujuan untuk mempersempit ruang gerak para pelaku kriminalitas jalanan seperti yang terjadi di Kota Jogja belum lama ini. “Jadi kalau ada razia dimana-mana tolong jangan protes, itu adalah bagian dari operasi tersebut,” tegas pria yang banyak menghabiskan tugasnya di satuan Intelkam ini kemarin.

Terkait penanganan kasus pembacokan yang menimpa pelajar di Kota Jogja, kata dia, masih dalam penyelidikan. Selain Polresta Jogja, Polda DIY turut ambil bagian dalam membantu membekuk pelakunya. “Cepat atau lambat pasti akan tertangkap, saat ini dalam penyelidikan kami,” ucap Prasta.

Kabid Humas Polda DIY AKBP Anny Pudjiastuti menambahkan, operasi secara besar-besaran yang digelar, bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat pasca terjadinya aksi pembacokan di Kota Jogja. Dengan banyaknya polisi hadir di tengah masyarakat, diharapkan akan mengurangi tindakan kriminalitas. Operasi itu digelar sejak Selasa (26/4/2016) kemarin sampai batas waktu yang belum ditentukan. “Seluruh jajaran, tidak hanya di kota namun juga di Polres lain, operasi secara bersama-sama dalam rangka premanisme,” imbuhnya.

Meski tak menyebut jumlah pasti, namun Anny memastikan, operasi mencari preman jalanan itu melibatkan seluruh satuan di setiap Polres jajaran. Mulai dari Satuan Lalu Lintas, Reskrim, Narkoba, Binmas, Intelkam dan lainnya. Adapun metode operasi dilakukan secara terbuka dan tertutup oleh setiap unsur satuan yang bertugas. “Kami berharap masyarakat tidak terpancing dengan adanya informasi tidak aman dan lain sebagainya. Masyarakat kami imbau beraktifitas seperti biasa,” ungkapnya.

Kapolres Sleman AKBP Yuliyanto menyatakan siap menjalankan perintah tersebut. Sebelumnya Polres Sleman telah membentuk Satgas Anti Klithih yang terdiri dari Reskrim, Narkoba, Binmas dan Intelkam secara khusus untuk menangani premanisme jalanan. Satgas ini telah efektif berjalan sehingga tinggal memaksimalkan untuk mendukung pelaksanaan operasi tersebut. “Sasaran kami termasuk pengendara motor yang asal sabet sana sini lalu ada korban,” ungkapnya.

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…