garis polisi Ilustrasi garis polisi (Sunaryo Haryo Bayu/JIBI/SOLOPOS)
Kamis, 28 April 2016 18:30 WIB Adib Muttaqin Asfar/JIBI/Solopos Peristiwa Share :

TEROR JOGJA-MAGELANG
Sketsa Pelaku segera Disebar, Kemungkinan Bermotif Iseng & Eksistensi

Teror Jogja-Magelang belum jelas motif dan pelakunya hingga saat ini karena terbatasnya rekaman CCTV. Namun, sketsa pelaku segera disebar.

Solopos.com, MAGELANG — Polda Jawa Tengah (Jateng) masih kesulitan untuk mengidentifikasi pelaku teror di Magelang yang memiliki kemiripan dengan teror serupa di Jogja. Dugaan sementara, aksi teror ini dilakukan dengan motif iseng dan eksistensi.

Polisi masih sulit menemukan motif sebenarnya karena pelaku juga masih diburu. Masalahnya, jumlah CCTV yang terpasang di pusat-pusat keramaian di Magelang sangat terbatas.

Meski demikian, hari ini tim Inafis Polda Jateng telah menggelar olah TKP di Jl. Pemuda, Kota Magelang. Dalam proses itu, Tim Inafis juga membawa korban teror ke tempat kejadian. Dari keterangan para korban, polisi setidaknya mampu mendapatkan ciri-ciri pelaku yang kemudian bisa dibuat sketsa wajah. Sketsa inilah yang akan disebar ke masyarakat dan menjadi petunjuk untuk menemukan si pelaku.

Sementara itu, Polda Jateng juga sedang berupaya menjaga wilayah di sekitar Magelang hingga ke Temanggung. Saat ini, tim penyelidikan untuk kasus tersebut telah ditambah menjadi tujuh unit.

“Kita membentuk tim pengamanan di lingkungan kota tersebut. Di samping itu, untuk wilayah yang berdekatan dengan Magelang, Pak kapolda memerintahkan menjaga daerah lain, seperti Temanggung, barangkali dia [pelaku] akan melakukan tindakan yang sama,” kata Direktur Reskrimum Polda Jateng, Kombes Pol Lilik Darmanto, dari Semarang, dalam wawancara live yang disiarkan Metro TV, Kamis (28/4/2016).

Lilik mengakui keterbatasan utama perburuan pelaku adalah terbatasnya rekaman CCTV. Karena itu, polisi meminta agar setiap pengelola toko yang ramai pengunjung memasang CCTV di tempat masing-masing. Soal motif, dugaan sementara adalah iseng.

“Ini belum ada kepastian karena tersangka belum kita dapatkan. Mungkin karena iseng saja, mungkin untuk kebanggaan bagi dirinya,” lanjut Lilik.

Kemungkinan-kemungkinan tersebut masih dipelajari penyidik yang kini juga mengarahkan penyelidikan ke penjualan senapan angin. Polisi kini mencari informasi ke para penjual senapan angin untuk menemukan informasi tentang pelaku.

“Yang kita ketahui memang ada kesamaan, yaitu di tempat keramaian. Tempatnya sama, tidak berjauhan dengan TKP yang lain,” tutupnya.

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…