Halaman Depan Harian Umum Solopos edisi Kamis, 28 April 2016
Kamis, 28 April 2016 09:45 WIB Jafar Sodiq Assegaf/JIBI/Solopos.com Peristiwa Share :

SOLOPOS HARI INI
12 Pabrik Semen Masuk Jateng

Solopos hari ini memberitakan 12 pabrik semen bakal masu Jawa Tengah.

Solopos.com, SOLO – Sebanyak 12 investor berencana membangun pabrik semen di Jawa Tengah (Jateng) dengan total nilai investasi mencapi Rp54 triliun. Kepala Dinas Energi Sumber Daya

Kabar ini menjadi headline Harian Umum Solopos edisi hari ini, Kamis (28/4/2016). Kabar lain, pemindahan 1.539 pedagang kaki lima (PKL) Sunday Market di kompleks Stadion Manahan Solo ke sejumlah lokasi baru demi mengembalikan fungsi Stadion Manahan sebagai sarana olahraga yang nyaman dinilai bukan kebijakan yang tepat.

Simak cuplikan berita utama Harian Umum Solopos edisi hari ini, Kamis 28 April 2016;

INVESTASI DAERAH: 12 Pabrik Semen Masuk Jateng

Sebanyak 12 investor berencana membangun pabrik semen di Jawa Tengah (Jateng) dengan total nilai investasi mencapi Rp54 triliun. Kepala Dinas Energi Sumber Daya

dan Mineral (ESDM) Jateng, Dwi Teguh Paryono, mengatakan 12 pabrik semen tersebut akan dibangun di Pati, Grobogan, Blora, Rembang, Wonogiri, Boyolali, Gombong, Kebumen, dan beberapa daerah lainnya. ”Saat ini [pembangunan pabrik semen] dalam proses penyusunan analisis mengenai dampak lingkungan [amdal],” kata dia, Rabu (27/4).

Jateng menjadi tujuan para investor membangun pabrik semen karena memiliki material bahan baku semen yang berkualitas baik. Menurut Teguh, material bahan baku semen di Jateng telah diambil pabrik semen dari luar provinsi sehingga merugikan masyarakat karena tidak mendapatkan manfaat.

Baca selengkapnya: epaper.solopos.com

PKL SUNDAY MARKET: Relokasi Opsi Terakhir setelah Penataan

Pemindahan 1.539 pedagang kaki lima (PKL) Sunday Market di kompleks Stadion Manahan Solo ke sejumlah lokasi baru demi mengembalikan fungsi Stadion Manahan sebagai sarana olahraga yang nyaman dinilai bukan kebijakan yang tepat.

Optimalisasi penataan ruang publik tersebut dipandang sebagai solusi yang lebih bijaksana. Hal itu dikemukakan pengamat tata kota, Kusumastuti, saat dihubungi Espos, Rabu (27/4). ”Muara persoalannya ada di penataan pedagang. Yang dikontrol perilaku pedagangnya. Kalau dipindah ke tempat lain, ujung-ujungnya juga memicu persoalan sejenis di tempat lain. Saya kira relokasi kebijakan yang reaksioner. Lebih baik diupayakan penataan,” kata dia

Baca selengkapnya: epaper.solopos.com

REHABILITASI SOSIAL: 9 Tahun Sukarela Asuh Puluhan Orang Gila Lembaga Rehabilitasi

Sehat Waras Sejahtera Sragen yang dikelola seorang warga Sragen sukarela menampung para penderita gangguan kejiwaan. Simak liputan wartawan Solopos, Tri Rahayu di Harian Umum Solopos edisi hari ini.

Baca selengkapnya: epaper.solopos.com

KONDISI LP: Penjara di Solo & Boyolali Paling Berjubel

Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Solo dan Rutan Kelas IIB Boyolali merupakan penjara paling berjubel di Soloraya. Di dua rutan itu jumlah penghuni melebihi kapasitas.

Kapasitas lima lembaga pemasyarakatan (LP) dan rutan di Soloraya adalah 1.024 orang. Saat ini penghuni lima LP dan rutan mencapai 1.628 orang atau 158% dari kapasitas (selengkapnya lihat grafi s). Di Rutan Solo, jumlah tahanan dan narapidana overload hingga 300%. Kondisi ini dinilai cukup berisiko tinggi bagi keamanan dan kenyamanan para penghuninya, tak terkecuali para petugas rutan.

Baca selengkapnya: epaper.solopos.com

LOWONGAN PEKERJAAN
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…