RUSUNAWA KERKOV ilustrasi (Dok/JIBI/Solopos)
Kamis, 28 April 2016 13:40 WIB Ayu Abriyani K.P./JIBI/Solopos Solo Share :

RUSUNAWA SOLO
Belum Menempati, Penghuni Rusunawa Mojosongo Diberi Toleransi

Rusunawa Mojosongo masih belum dihuni seluruhnya oleh warga.

Solopos.com, SOLO – Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Rumah Sewa Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Solo memberikan toleransi kepada penghuni yang belum menempati rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) Blok B Mojosongo. Namun, toleransi itu hingga infrastruktur jalan selesai dibangun.

“Jika infrastruktur jalan selesai dibangun, para penghuni yang sudah mendapat kunci kamar harus segera menempati rusunawa. Kalau tidak, akan kami ganti orang lain. Saat ini kami masih memaklumi karena jalan menuju dan keluar rusunawa masih jelek,” kata Kepala UPTD Rumah Sewa DPU Solo, Toto Jayanto, saat dihubungi solopos.com, Rabu (27/4/2016).

Ia menambahkan jalan masuk dan keluar rusunawa bakal dibangun pada Mei nanti. Jalan itu akan dibangun oleh Bidang Bina Marga DPU Solo.

“Kami berharap secepatnya bisa selesai. Sambil menunggu, kami juga meminta rekanan yang membangun rusunawa untuk memperbaiki kondisinya jika ada yang bocor atau rusak. Sebab, masa pemeliharaannya hingga Juni,” ujarnya.

Di sisi lain, ia menyebut daftar tunggu penghuni rusunawa di Solo masih ada 500 orang. Saat ini ia sudah menutup pendaftaran untuk calon penghuni rusunawa karena belum ada pembangunan rusunawa baru untuk umum.

Toto menyatakan tahun ini dan dua tahun ke depan, DPU fokus pada pembangunan tiga blok rusunawa di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Jebres. Rusunawa itu diperuntukkan relokasi warga di sekitar Bendung Karet, Banjarsari.

Masing-masing rusunawa berkapasitas 114 kamar yang dibagi menjadi lima lantai. “Jika warga yang akan direlokasi tidak mau menempati, maka akan kami isi warga dari daftar tunggu Rusunawa,” imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Rusunawa Blok B Mojosongo baru dihuni sekitar 26 keluarga atau 25 persen dari total kapasitas rusunawa yakni 98 kamar. Belum dibangunnya jalan masuk dan keluar rusunawa membuat para penghuni enggan menempatinya.

 

lowongan kerja
SOCIAL KITCHEN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…