Ilustrasi aktivitas pasar sayur-mayur (Nurul Hidayat/JIBI/Bisnis) Ilustrasi aktivitas pasar sayur-mayur (Nurul Hidayat/JIBI/Bisnis)
Kamis, 28 April 2016 06:30 WIB Hijriyah Al Wakhidah/JIBI/Solopos Boyolali Share :

PROYEK PASAR BOYOLALI
Anggaran Pasar Darurat Sambi Capai Rp1,4 Miliar

Proyek pasar di Boyolali berupa pembangunan pasar darurat Sambi disediakan anggaran Rp1,4 miliar.

Solopos.com, BOYOLALI—Anggaran yang disediakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali untuk membangun pasar darurat Sambi mencapai Rp1,4 miliar. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) telah melelang proyek pembangunan pasar darurat Sambi tersebut.

“Ya, lelang sudah selesai. Anggarannya Rp1,4 miliar. Memang cukup besar karena di pasar darurat itu juga akan dibangun los dan kios,” kata Suyitno, kepada solopos.com, Rabu (27/4/2016).

Dari data yang diterima Espos melalui situs layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) Unit Layanan Pengadaan (ULP) Boyolali pemenang tender proyek pasar darurat Sambi adalah CV Taufik dengan nilai penawaran Rp1,378 miliar.

Pasar darurat Sambi akan dibangun di lapangan Desa Tempursari, Kecamatan Sambi. Semestinya, pembangunan pasar darurat bisa dikerjakan awal Maret lalu namun harus molor hingga saat ini.

Disperindag harus mematangkan terlebih dahulu penyusunan detail engineering desain (DED) proyek Pasar Sambi, mulai dari pembangunan pasar darurat, penempatan pasar darurat, pembongkaran pasar lama, hingga menghitung waktu pembangunan pasar baru.

Seperti diketahui, tahun ini Pemkab Boyolali mendapat kucuran dana senilai Rp6 miliar dari Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk merevitalisasi Pasar Sambi.

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan dan Pengembangan Pasar Disperindag Boyolali, Tri Harjono, menyampaikan pasar darurat sudah mulai dibangun. Disperindag menargetkan akhir Mei mendatang pedagang di Pasar Sambi sudah bisa menempati pasar darurat.

Tri mengakui anggaran untuk pembangunan pasar darurat Sambi cukup besar karena struktur bangunan pasar darurat itu menggunakan rangka baja. Selain itu areal pasar darurat yang diperlukan juga cukup luas mengingat pedagang di Pasar Sambi mencapai 500-an orang.

“Akhir Mei harapannya pedagang sudah bisa pindah ke pasar darurat, kemudian pasar yang sekarang dibongkar lanjut proyek revitalisasi,” kata Tri. Saat ini proyek Pasar Sambi sedang dalam proses persiapan lelang. “Belum sampai ke ULP,” imbuh Tri.

Pasar Sambi harus dibangun kembali karena kondisi pasar saat ini memprihatinkan dan kumuh. Banyak atap yang bocor, sebagian besar lantai pasar sudah berupa tanah sehingga becek saat musim hujan. Pengelolaan sampah di pasar tersebut juga kurang baik.

Suyitno berharap pasar tradisional di Sambi menjadi lebih representatif setelah direvitalisasi. Pasar Sambi akan dibangun satu lantai atau tidak bertingkat. Pembangunan pasar tanpa bertingkat ini dimaksudkan agar kondisi pasar tetap ramai dan banyak pengunjung.

Disperindag berkaca pada konsep pembangunan pasar tradisional di Pasar Pengging, Pasar Sunggingan, dan Pasar Boyolali Kota yang dibuat bertingkat. Setelah diperbaiki kondisi pasar bukan semakin ramai justru semakin sepi. Pedagang banyak yang memilih berjualan oprokan.

“Dengan pengalaman itu maka pembangunan pasar tradisional di Boyolali ke depan akan kami buat satu lantai,” kata Suyitno.

 

LOWONGAN PEKERJAAN
WEDHANGAN GULO KLOPO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…