Kamis, 28 April 2016 09:40 WIB Mayang Lestari/JIBI/Harian Jogja Gunung Kidul Share :

PENTAS CAMPURSARI
Pecahkan Rekor Muri, CS Karya Lancar Giatkan Latihan

Pentas campursari tersebut sekaligus menjadi ajang pemecah rekor Mueseum Rekor Indonesia (Muri)  karena akan dilakukan selama 90 jam nonsetop.

 

Solopos.com, WONOSARI—Dalam rangka memperingati hari jadi Gunungkidul pada 27 Mei mendatang, sekaligus untuk mengenang penyanyi campursari legendaris asal Gunungkidul Manthous, sejumlah seniman campursari akan menggelar pentas di Alun-alun Wonosari, Gunungkidul pada 22 Mei mendatang.

Pentas campursari tersebut sekaligus menjadi ajang pemecah rekor Mueseum Rekor Indonesia (Muri)  karena akan dilakukan selama 90 jam nonsetop oleh perwakilan grup campursari di seluruh kecamatan di Gunungkidul

Satu-satunya perwakilan dari Kecamatan Wonosari yakni CS Karya lancar telah mempersiapkan kelompoknya untuk tampil pada jauh-jauh hari. Persiapan yang dilakukan antara lain dengan melancarkan permainan alat musik dengan memantapkan tema lagu ciptaan Manthous.

“Kami sudah persiapan sejak dua bulan yang lalu, sekitar 20 lagu kami persiapkan setiap latihan,” kata Marno Birowo, Humas CS Karya Lancar Wonosari, Rabu (27/4).

Ia mengaku sejauh ini kelompoknya telah melakukan latihan sebanyak dua kali, dimana setiap latihan dilakukan secara maksimal. Sebanyak kurang lebih 25 personil dalam kelompoknya akan mebawa CS Karya Lancar berpartisipasi dalam ajang pemecahan muri tersebut. Ia mengatakan, selama ini campursari di Gunungkidul hampir tenggelam, di Wonosari sendiri sebelumnya terdapat beberapa kelompok campursari, namun seiring berjalannya waktu kelompok campursari semakin tenggelam dan ditinggalkan. Namun, CS Karya Lancar berusaha untuk mempertahankan campursari yang menjadi salah satu aset daerah Gunungkidul tersebut.

Sementara itu, Keyboardist CS Karya Lancar, Yanto menambahkan bahwa selama ini kelompoknya tetap melakukan latihan untuk mengikuti berbagai event di Gunungkidul. Seperti acara hajatan dan event besar yang diadakan Pemerintah Daerah.

“Saat ini kami masih aktif tampil di beberapa acara, setiap ada panggilan untuk campursarian, kami main,” kata dia.

LOWONGAN PEKERJAAN
GRIYA BAMBU KUNING, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…