Ilustrasi penggunaan Internet menggunakan smartphone (Istimewa/Huffington Post)
Kamis, 28 April 2016 20:35 WIB JIBI/Solopos/Newswire Gadget Share :

PENJUALAN SMARTPHONE
Ponsel Rp1 Juta-Rp3 Juta Paling Diminati

Penjualan smartphone di Indonesia yang paling besar harganya Rp1 juta-Rp3 juta.

Solopos.com, JAKARTASmartphone kelas low-end hingga hig-end membanji pasar ponsel Tanah Air. Kira-kira, berapa kisaran harga smartphone yang paling diminati orang Indonesia?

Data International Data Corporation (IDC) menunjukan pelaku industri ponsel yang banyak diminati konsumen Indonesia berada di kisaran harga Rp1 juta-3 jutaan dengan besaran market share 30%.

Berdasarkan data tersebut, penyedia perangkat mobile asli Indonesia, Advan, terus menghadirkan smartphone di rentan harga tersebut, yang mana disesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

“Semua pelaku industri ponsel mengarah ke sana, pemainnya banyak. Nah, Advan ada di peringkat keempat sebagai smartphone terlaris sepanjang 2015,” kata Direktur Marketing Advan, Tjandra Lianto, seperti dilansir Liputan6.com, Kamis (28/4/2016) di Jakarta.

Ia menuturkan, konsumen rata-rata hanya hapal lima merek smartphone. Agar diingat konsumen, Advan berusaha untuk tetap masuk sebagai lima besar smartphone terlaris di Indonesia.

“Caranya adalah dengan menghadirkan produk seharga sekitar Rp1 juta sampai Rp 3 jutaan, tetapi tetap worth it. Artinya, walaupun harga Rp1 juta, tapi cita rasa dan fiturnya di atas Rp2 juta-Rp3 jutaan,” ujarnya.

Advan sendiri berencana akan memborbardir pasar handset Tanah Air dengan 50 varian produk terbaru pada tahun ini. Sebagian besar dari total produk adalah smartphone. “Tahun ini kita rencananya akan ada 50 seri produk baru yang merupakan gabungan dari smartphone dan tablet. 80% adalah smartphone,” kata Tjandra, belum lama ini.

Ia mengungkapkan, nantinya dari total produk terbaru tetap akan didominasi yang mendukung jaringan 3G. Pasalnya, hanya akan ada sekira 10-15 seri produk yang mendukung jaringan 4G LTE.

Tjandra beralasan, jangkauan 4G LTE yang belum merata menjadi salah satu penyebab perangkat 3G masih mendominasi, sehingga Advan tidak bisa begitu saja mendominasi produknya dengan perangkat 4G LTE.

Menghadapi hal itu, Tjandra mengatakan Advan tetap berusaha memberikan pengelaman yang berbeda dan lebih dekat kepada pengguna. Salah satu jalannya adalah dengan menggandeng operator.

Setelah mengadakan kerja sama dengan Indosat Ooredoo dalam menghadirkan paket 4G long term evolution (LTE), Advan smartphone terbaru 4G sebanyak 700.000 unit pada 2016.

Tjandra Lianto mengatakan Advan akan targetkan smartphone terbaru 4G LTE dalam 10 tipe, rencananya 8-9 tipe untuk smartphone porsinya 70% dan 1-2 tipe untuk tablet porsinya 30%. “Kita ingin lebih banyak bermain di pangsa pasarnya smartphone, karena menurut data memang pengguna smartphone lebih besar ketimbang tablet,” ujarnya seperti dikutip dari Okezone.

Menurutnya, dari semua tipe tersebut target yang akan Advan luncurkan pada 2016 itu mencapai angka 600.000-700.000 unit dalam setahun untuk tipe smartphone terbaru dan tablet.

Selain menjalin kerja sama dengan Indosat Ooredo, Advan berencana untuk bekerja sama dengan operator lain. ” Smartphone yang akan diluncurkan Advan bersama operator totalnya ada empat produk. Semua produk harganya Rp900.000 sampai Rp1 jutaan,” pungkas Tjandra.

 

lowongan pekerjaan
PT ANDALAN FINANCE INDONESIA (Nasmoco Group), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Vaksinasi dan Herd Immunity

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (16/12/2017). Esai ini karya Riris Andono Ahmad, Direktur Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Solopos.com, SOLO–Heboh outbreak penyakit difteri dan rendahnya cakupan imunisasi karena penolakan kelompok anti vaksin menimbulkan keresahan…