Ilustrasi Sampah (JIBI/Bisnis/Dok.) Ilustrasi Sampah (JIBI/Bisnis/Dok.)
Kamis, 28 April 2016 20:15 WIB Ponco Suseno/JIBI/Solopos Klaten Share :

PENGELOLAAN SAMPAH KLATEN
Warga Kaget Pemkab Buang Sampah di Wilayah Gemampir

Pengelolaan sampah Klaten, Pemkab dinilai tak lakukan sosialisasi untuk lokasi pembuangan akhir sampah di Gemampir.

Solopos.com, KLATEN–Sejumlah warga di Gemampir Kecamatan Karanongko mengaku kaget saat melihat beberapa petugas kebersihan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten sudah membuang sampah di daerahnya, Kamis (28/4) pagi. Hingga sekarang, warga Gemampir mengaku belum diberi sosialisasi dari pemkab terkait pembuangan sampah tersebut.

Data yang dihimpun Solopos.com, Pemkab Klaten mengalami kebingungan dalam beberapa pekan terakhit lantaran kesulitan membuang sampah. Hal itu bermula dari habisnya masa pembuangan sampah di Joho Kecamatan Prambanan Maret lalu. Di tengah upaya Pemkab Klaten mempersiapkan Gemampir Kecamatan Karangnongko sebagai tempat pembuangan akhir (TPA) alternatif dan Troketon Kecamatan Pedan sebagai TPA permanen, Pemkab Klaten meyewa lahan senilai Rp25 juta ke warga di Karangdukuh Kecamatan Jogonalan. Belakangan, warga di Karangdukuh tersebut menolak daerahnya dijadikan sebagai lokasi penampungan sampah 50 ton per hari.

“Lahan seluas satu hektare yang digunakan TPA itu milik Pak Ngatimin. Lokasi TPA itu memang tak produktif dan jauh dari permukiman. Sampai saat ini belum ada sosialisasi. Tapi, hari ini [kemarin], sudah ada pembuangan sampah,” kata warga Gemamir, Muh. Yani, 45, saat ditemui wartawan di Gemampir, Kamis.

Hal senada dijelaskan Kepala Urusan (Kaur) Umum Gemampir, Tukimin. Guna menghindari berbagai hal yang tidak diinginkan, seperti penolakan warga, Pemkab Klaten perlu menggelar sosialisasi.

“Kalau warga yang ada di permukiman tidak terganggu karena memang jauh [berjarak tiga kilometer]. Selama ini memang belum ada sosialisasi. Terutama warga yang memiliki lahan menuju ke lokasi pembuangan sampah [yang merasakan bau sampah],” katanya.

Berdasarkan pantauan Solopos.com di lapangan, petugas Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Energi Sumber Mineral (ESDM) Klaten meratakan lahan di Gemampir dengan menggunakan satu alat berat.

“Soal sampah, memang Gemampir solusinya. Dalam waktu dekat ini, saya juga akan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi,” kata Bupati Klaten, Sri Hartini.

LOWONGAN PEKERJAAN
DIBUTUHKAN TENAGA JAHIT, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…