Nicolas Maduro (Reuters)
Kamis, 28 April 2016 02:10 WIB Tutut Indrawati/JIBI/Solopos Internasional Share :

KRISIS LISTRIK
PNS Venezuela Kerja 2 Hari per Pekan

Krisis listrik di Venezuela menyebabkan PNS harus berhemat dengan kerja dua hari per pekan.

Solopos.com, CARACAS – Pemerintah Venezuela memberlakukan dua hari kerja dalam sepekan bagi pengawai negeri sipil (PNS) di sektor publik. Mereka pun bakal tetap menerima gaji penuh.

Hal tersebut dilakukan sebagai bagian dari langkah penghematan penggunaan listrik di negara tengah dilanda krisis listrik tersebut.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (27/4/2016), sebelumnya telah memerintahkan libur pada hari Jumat untuk 2,8 PNS di negara itu selama April hingga Mei untuk memangkas konsumsi listrik.

“Mulai besok [Rabu] setidaknya selama dua pekan, pegawai di sektor publik pada Rabu, Kamis, dan Jumat tidak bekerja,” kata Maduro dalam siaran di televisi, Selasa (26/4/2016).

Meski demikian hal tersebut tidak berlaku bagi pegawai yang berkerja di sektor sensitif seperti di bidang makanan. Kekeringan yang melanda telah menyurutkan air di bendungan utama dan Pembangkit Listrik Tenaga Air di Guri. Tingkat air bahkan mendekati level kritis, padahal bendungan tersebut memenuhi sekitar dua per tiga kebutuhan listrik di Venezuela.

“Guri hampir menjadi sebuah gurun,” kata Maduro.

Pengurangan hari kerja PNS tersebut menuai kritikan, langkah itu dinilai justru akan menambah pengunaan listrik, karena potensi menyalakan peralatan di rumah saat libur semakin tinggi. Langkah terkait penjatahan listrik di sebagian besar wilayah kecuali di daerah ibu kota negara itu, Caracas, yang akan dimulai pekan ini pun menuai protes. Pemerintah sebelumnya telah memberlakukan pemadaman listrik secara berkala.

Kurangnya pasokan air dan listrik membuat tantangan warga di negara berpopulasi 30 juta penduduk tersebut kian berat setelah resesi melejitkan harga kebutuhan pokok hingga obat-obatan. Menurut pemerintah krisis listrik di Venezuela akibat fenomena cuaca El Nino. Meski demikian sejumlah kalangan menuding korupsi, kegagalan dalam diversifikasi sumber energi oleh pemerintah menjadi penyebab krisis.

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…