Ahmad Dhani tampil membawakan lagu untuk menghibur pengunjung dalam kegiatan bertajuk Obrolan Musik bersama Ahmad Dhani di halaman Gedung DPRD Sragen, Rabu (27/4/2016) malam. (Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos) Ahmad Dhani tampil membawakan lagu untuk menghibur pengunjung dalam kegiatan bertajuk Obrolan Musik bersama Ahmad Dhani di halaman Gedung DPRD Sragen, Rabu (27/4/2016) malam. (Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos)
Kamis, 28 April 2016 11:40 WIB Moh. Khodiq Duhri/JIBI/Solopos Sragen Share :

KIPRAH ARTIS
Ahmad Dani Mencari Musisi Berbakat dari Bumi Sukowati

Kiprah artis Ahmad Dhani mencari musisi dari Sragen.

Solopos.com, SRAGEN – Salah satu musisi kondang di Tanah Air, Ahmad Dhani, berkesempatan mengunjungi Sragen untuk memberikan semangat kepada grup band lokal Bumi Sukowati. Berikut wartawan Solopos, Moh. Khodiq Duhri, melaporkan.

Pada 2007 lalu, Inna Kamarie, seorang penyanyi wanita yang masih memiliki darah keturunan asal Sragen direkrut Ahmad Dhani. Dia tergabung dalam grup band Dewi-Dewi yang bernaung di bawah label Republik Cinta bersama Tata Janeeta dan Purie Andriani. Meski akhirnya memilih mengundurkan diri, paling tidak kiprah Inna Kamarie di belantika musik Tanah Air itu sudah cukup membanggakan bagi warga Bumi Sukowati.

Hampir satu dasawarsa kemudian, untuk kali pertama Ahmad Dhani mengunjungi Sragen. Pentolan grup band Dewa 19 itu diundang oleh Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Sragen dalam kegiatan bertajuk Obrolan Musik bersama Ahmad Dhani di halaman Gedung DPRD Sragen, Rabu (27/4/2016) malam.

Tampil dengan setelan kemeja dan celana jin serba hitam, Ahmad Dhani duduk di kursi penonton bagian depan. Kepalanya mangguk-mangguk. Dia terlihat menikmati lagu berjul Pilihan Nama yang dibawakan penyanyi solo asal Sragen, Niken. Lagu yang dinyanyikan guru asal Jenar itu masuk dalam album kompilasi yang bakal diproduksi Disbudparpora Sragen. Sepuluh grup band dan penyanyi Solo itu dipentaskan di hadapan Ahmad Dhani supaya bisa dikomentari secara langsung oleh musisi eksentrik ini.

“Apakah lagu itu dibikin berdasar pengalaman pribadi kamu. Jangan-jangan lagu itu kamu buat karena kamu naksir sama murid sendiri? Atau bahkan sama kepala sekolahnya? Kalau begitu pasti kamu itu guru olahraga?” canda Dhani mengomentasi penampilan Niken yang mengundang tawa penonton.

Ahmad Dhani juga mengomentari lagu yang diciptakan sendiri oleh wanita berjilbab itu. Dia menyebut pilihan lirik lagu itu kurang baik. Garapan musiknya juga cenderung sama dengan beberapa grup band yang sudah terkenal seperti J Rock. ”Kamu harus bisa cari format baru. Jadilah sosok penyanyi yang belum pernah ada. Lagu yang menjual itu punya warna baru. Lagu kamu, kurang berbeda dengan lagu pada umumnya,” ujar Dhani.

Ahmad Dhani menilai industri musik saat ini sedang mengalami musim paceklik. Tidak hanya di Tanah Air, bahkan di luar negeri. Sejumlah grup band yang unjuk gigi pada era saat ini cenderung hilang seiring berjalannya waktu.

”Pesan saya untuk grup band ya harus berjuang keras dan jangan mudah menyerah dalam menghadapi musim paceklik ini. Sekarang yang lagi ngetop itu penyanyi solo. Jadi, industi musik itu juga bisa mengalami musim paceklik. Rendahnya kualitas musik itu bisa jadi karena paceklik ide,” papar Dhani.

Sebanyak 10 lagu tergabung dalam album kompilasi terbaik dari 38 penyanyi dan grup band yang mengikuti audisi yang dimotori komunitas anak muda, Sragen Walker. Sebelum proses pembuatan album dimulai, mereka mengikuti sedikit coaching dari Ahmad Dhani. Satu dari 10 lagu terbaik dalam album kompilasi itu rencananya akan ditayangkan di salah satu program televisi swasta. Ahmad Dhani berpendapat merosotnya prestasi grup band Tanah Air salah satunya karena faktor kebijakan manajemen televisi.

”Itu yang membuat saya terpukul. Saya itu tidak memiliki perusaahaan televisi. Televisi sekarang ini hanya memberi support kepada penyanyi atau grup band ”milik” mereka sendiri. Kalau tidak ada kerja sama dengan salah satu stasiun televisi ya susah eksis. Bukan berarti grup band itu jelek. Banyak yang bagus. Cuma tidak terkenal karena tidak pernah nongol di TV,” ujarnya.

Selain dalam rangka memberi support kepada penyanyi dan grup band lokal Sragen, Ahmad Dhani juga mengaku tengah mencari bibit-bibit musisi baru. Apabila bibit itu ditemukan, tidak menutup kemungkinan mereka akan direkrut Ahmad Dhani dalam label Republik Cinta.

”Ya tentu saja. Ini sekalian mencari bakat,” kata Dhani.

Ahmad Dhani mengaku belum mengetahui banyak mengenai kualitas 10 lagu yang tergabung dalam album kompilasi itu. Dia menilai semua penyanyi dan grup band indie punya peluang yang sama untuk maju dan sukses.

”Asah kemampuan dan terus berjuang. Jangan mudah menyerah,” ujarnya lagi.

Malam itu, Ahmad Dhani juga menyanyikan lima lagu yang sudah populer. Lima lagu itu adalah Separuh napas, Madu tiga, Sedang ingin bercinta, Aku cinta kau dan dia dan Munajad Cinta. Ahmad Dhani mengajak duet Ketua DPRD Sragen Bambang Samekto untuk menyanyikan lagu Aku cinta kau dan dia.

Salah satu grup band yang lagunya masuk dalam album kompilasi adalah Jahmekya. Grup band beraliran reggae itu menyumbangkan satu lagu berjudul Malam itu dalam album kompilasi. Grup band yang beranggotakan enam personel itu selalui menyusupkan nuansa etnik Jawa dalam setiap lagu-lagunya.

”Seperti kata Mas Ahmad Dhani, kalau mau jual lagu itu harus mengedepankan inovasi. Lagu itu harus berbeda dengan lagu pada umumnya. Kami konsisten selalu memasukkan unsur etnik Jawa dalam setiap lagu yang kami ciptakan. Ini yang membuat lagu kami berbeda,” kata gitaris Jahmekya Agung Arfianto saat berbincang dengan solopos.com.

Grup band Jahmekya berdiri pada 2011 lalu. Sejauh ini Jahmekya sudah menerbitkan lima lagu. Saat ini, Jahmekya juga masih serius menggarap tiga lagu barunya. ”Kami berharap album kompilasi itu bisa dipromosikan kepada masyarakat melalui on air atau off air. Kami berharap lagu kompilasi itu bisa diterima dengan baik oleh masyarakat,” paparnya.

Ketua DPRD Sragen Bambang Samekto berharap ada penyanyi solo maupun grup band asal Sragen yang bisa sukses di Tanah Air. Dia berharap kiprah penyanyi Inna Kamarie yang sempat mewarnai belantika musik Tanah Air bisa diikuti oleh warga Sragen.

”Pemkab Sragen akan memberi support anggaran dalam rangka mengorbitkan musisi lokal ke tingkat nasional. Ini salah satu bentuk dukungan Pemkab Sragen kepada musisi di Bumi Sukowati,” ujarnya.

 

lowongan pekerjaan
AYAM BAKAR KQ 5, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…