Sejumlah warga mengais puing-puing kebakaran Pasar Bendungan Wates Kulonprogo, Kamis (21/4/2016). (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja) Sejumlah warga mengais puing-puing kebakaran Pasar Bendungan Wates Kulonprogo, Kamis (21/4/2016). (Sekar Langit Nariswari/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 28 April 2016 06:20 WIB Rima Sekarani/JIBI/Harian Jogja Kulon Progo Share :

KEBAKARAN PASAR BENDUNGAN
Pasar Darurat Tunggu Izin Puro Pakualaman

Kebakaran Pasar Bendungan Kulonprogo belum ditindaklanjuti dengan pembangunan pasar darurat

Solopos.com, KULONPROGO – Pemkab Kulonprogo masih sibuk merancang konsep penataan relokasi sementara pedagang Pasar Bendungan ke pasar darurat. Pemerintah juga masih menunggu jawaban atas surat permohonan pemanfaatan Pakualaman Ground (PAG) yang telah dikirimkan ke Puro Pakualaman beberapa hari lalu.

Kepala Bidang Pengelolaan Pasar Daerah Dinas Perindustrian Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral (PerindagESDM) Kabupaten Kulonprogo, Slamet Riyadi mengatakan, tim masih melakukan beberapa kajian dan mempertimbangkan materi yang dipaparkan konsultan. “Ini baru rapat terus setiap hari,” ujar Slamet, Selasa (26/4/2016).

Slamet mengungkapkan, tim telah mendengar paparan dari konsultan terkait rencana konsep penataan relokasi sementara pada rapat sebelumnya, Senin (25/4/2016) kemarin. Selanjutnya, tim akan menentukan konsep penataan yang paling tepat diterapkan, biaya yang dibutuhkan, serta besar anggaran yang bisa diupayakan.

Sebanyak tiga titik dipersiapkan sebagai kawasan relokasi sementara pedagang Pasar Bendungan, yaitu terletak di belakang pasar atau halaman depan KUD Bendungan, belakang KUD Bendungan, dan belakang SD Negeri 4 Bendungan, Wates.

Namun, para pedagang tidak bisa hanya diam menunggu pasar darurat selesai disiapkan. Sejak sehari paska kebakaran, sebagian pedagang telah kembali berjualan di sekitar Pasar Bendungan dengan mendirikan lapak darurat.

Terkait kondisi itu, Slamet mengaku sulit membendung semangat para pedagang karena mereka memang butuh segera berjualan. Meski begitu, dia sudah menyampaikan jika lahan di belakang pasar dan depan KUD Bendungan juga akan dijadikan lokasi pasar darurat.

Dia kemudian berharap aparat pemerintah kecamatan dan desa turut aktif melakukan¬† pendekatan personal dan dialog dengan para pedagang agar nantinya tidak menolak dipindah ke pasar darurat. “Kemarin mereka bilang akan pindah jika sudah ada kegiatan pembangunan untuk relokasi,” kata Slamet.

Pasar darurat akan dibangun secepatnya. Namun, Slamet tidak bisa menyebutkan kepastian mengenai target tertentu. Menurutnya, ada beberapa tahapan yang perlu dilaksanakan sehingga realisasi pasar darurat membutuhkan waktu.

Pemkab Kulonprogo juga masih menunggu jawaban dari Puro Pakualaman terkait surat permohonan pemanfaatan PAG. “Itu terkait ijin tempat karena tempat relokasi rencananya ada di atas PAG,” ucap Slamet.

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…