KH. Ali Mustafa Yaqub (kiri) (Twitter.com/@Dimasprakbar) KH. Ali Mustafa Yaqub (kiri) (Twitter.com/@Dimasprakbar)
Kamis, 28 April 2016 10:50 WIB JIBI/Solopos/Newswire Peristiwa Share :

KABAR DUKA
Malam Sebelum Wafat, KH. Ali Mustafa Yaqub Masih Sempat Ceramah

Kabar duka menyelimuti Umat Muslim Tanah Air.

Solopos.com, JAKARTA — Mantan imam besar Masjid Istiqlal, KH. Ali Mustafa Yaqub wafat di usia 64 tahun, Kamis (28/4/2016). Kabar duka ini cukup mengagetkan beberapa pihak, lantaran di malam sebelum meninggal, KH. Ali Mustafa Yaqub masih menyempatkan diri untuk berceramah.

Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Niam mengaku terkejut mendengar kabar duka meninggalnya KH. Ali Mustafa Ya’qub. Menurut sepengetahuannya, imam besar keempat Masjid Istiqlal itu adalah orang yang disiplin menjaga kesehatan. Almarhum juga selalu menjaga kebersihan makanan yang dikonsumsinya.

Berdasarkan informasi yang Asrorum dapat, Mustafa meninggal bukan karena penyakit yang spesifik. Tokoh Islam itu mengembuskan napas terkhir di Rumah Sakit Hermina Ciputat, sekitar pukul 06.00 pagi WIB tadi.

“Almarhum tak memiliki keluhan penyakit khusus. Sebelum masuk rumah sakit, malam masih ada kegiatan di luar, masih ceramah. Keluhan tak bisa tidur, ke rumah sakit, pagi wafat,” jelas Asrorum, seperti dilansir Okezone, Kamis.

Sementara itu, hingga kabar duka ini diturunkan, kediaman almarhum KH. Ali Mustafa Yaqub, yang berada di Jalan SDN Inpres, RT 02/RW 09 Nomor 11, Pisangan Barat, Cirendeu, Tangerang Selatan, tampak kerumunan warga dan santri Pondok Pesantren Darussunnah memadatinya.

Rencananya, jenazah yang juga pendiri sekaligus dan pengasuh Ponpes Darussunnah itu akan dikebumikan di area Ponpes Darussunnah yang berada di sekitar kediaman almarhum.

“Sesegera mungkin akan kita kubur setelah kita salatkan pagi ini,” kata Bagus Purnomo, salah seorang pengurus Ponpes Darussunnah, di lokasi.

lowongan pekerjaan
PT. PERINTIS KARYA SENTOSA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Sapa Salah Seleh

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (17/11/2017). Esai ini karya Tito Setyo Budi, esais, sastrawan, dan budayawan yang tinggal di Sragen. Alamat e-mail penulis adalah titoesbudi@yahoo.com Solopos.com, SOLO–Ada pepatah tua dalam khazanah budaya Jawa, yaitu sapa salah seleh. Artinya,…