Ilustrasi aktivitas ekspor di pelabuhan. (JIBI/Solopos/Dok.) Ilustrasi aktivitas ekspor di pelabuhan. (JIBI/Solopos/Dok.)
Kamis, 28 April 2016 12:04 WIB Rudi Hartono/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

INFRASTRUKTUR WONOGIRI
Masuk Rencana Jangka Menengah, Wabup: Megaproyek Pelabuhan Pasti Dibangun

Infrastruktur Wonogiri berupa pembangunan megaproyek pelabuhan dipastikan akan dibangun.

Solopos.com, WONOGIRI — Megaproyek pelabuhan bongkar muat barang di pesisir Kecamatan Paranggupito, Wonogiri, menjadi program prioritas di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri akan mendorong pemerintah pusat segera merealisasikan proyek yang diproyeksikan menelan anggaran Rp1,92 triliun tersebut.

Kepastian proyek pembangunan pelabuhan masuk di RPJMN disampaikan petugas Direktorat Perencanaan dan Infrastruktur Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Gatot Subyargo Wijayadi, saat memberi materi di acara sosialisasi UU bidang penanaman modal di Kantor Setda, Selasa (27/4/2016).

Gatot memaparkan materi tentang proyek infrastruktur yang masuk dalam Peraturan Presiden No. 2/2015 tentang RPJMN 2015-2019. Salah satu program itu adalah proyek pelabuhan di Paranggupito.

Pada kesempatan itu Wakil Bupati (Wabup) Wonogiri, Edy Santoso, yang mengikuti kegiatan sejak awal secara khusus menanyakan ihwal hal tersebut. Gatot menjelaskan proyek Pelabuhan Wonogiri harus dilaksanakan pemerintah pusat karena sudah masuk RPJMN. Proyek paling lambat dilaksanakan pada 2019. Dia mengatakan Pemkab Wonogiri dapat menanyakan hal tersebut.

“Bisa ditanyakan kejelasan proyeknya akan seperti apa. Ini sudah masuk RPJMN hlo, artinya program pasti akan dilaksanakan,” kata Gatot.

Wabup saat ditemui solopos.com seusai acara menyampaikan Pemkab segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Pemkab akan menanyakan kepastian realisasi proyek. Menurut politikus Partai Golkar itu kepastian realisasi sangat penting diketahui agar Pemkab bisa ikut mengawal pelaksanaan.

“Kami tentu juga akan ikut mendorong agar proyek segera direalisasikan. Memang proyek pelabuhan program 2015-2019, bisa jadi dalam perencanaannya proyek direalisasikan 2019. Tapi kalau lebih cepat kan lebih baik. Makanya perlu didorong,” ucap Wabup.

Dia mengaku senang proyek Pelabuhan Wonogiri menjadi bagian dari RPJMN. Sebelumnya dia sudah mendengar informasi bahwa proyek pelabuhan dikaver pemerintah pusat. Namun, informasi itu belum valid. Dia meyakini informasi dari BKPM sebaigamana disampaikan Gatot bisa dipertanggungjawabkan.

Megaproyek itu kali pertama didengungkan Bupati Wonogiri 2010-2015, Danar Rahmanto, saat awal menjabat. Pelabuhan potensial dibangun di Pantai Kalimirah, Dusun Dawung Jahen, Desa Gudangharjo, Paranggupito. Ide itu muncul didasari potensi alam berupa garis pantai yang panjang di wilayah selatan Paranggupito. Pelabuhan bisa menjadi solusi masalah industri di Jawa Tengah bagian selatan dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Selama ini industri di kawasan tersebut masih menggantungkan pada Pelabuhan Tanjung Mas di Semarang untuk aktivitas ekspor-impor. Dalam perkembangannya Pemkab membuka pintu bagi investor yang bersedia membangunnya.

 

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…