Ilustrasi simpang susun berupa jembatan layang atau fly over. (JIBI/Semarangpoa.com/Dok) Ilustrasi simpang susun berupa jembatan layang atau fly over. (JIBI/Semarangpoa.com/Dok)
Kamis, 28 April 2016 07:30 WIB Chrisna Chanis Cara/JIBI/Solopos Solo Share :

INFRASTRUKTUR SOLO
Komisi II DPRD Tagih Kelanjutan Fly Over Joglo

Infrastruktur Solo Komisi II menagih rencana pembangunan fly over di Joglo.

Solopos.com, SOLO — Komisi II DPRD Solo memertanyakan kelanjutan rencana pembangunan jalan layang (fly over) di persimpangan kereta api (KA) Joglo, Kadipiro. Pasalnya, proyek tersebut terkatung-katung sejak 2004 tanpa kejelasan.

Sekretaris Komisi II, Supriyanto, menagih upaya Pemkot untuk merealisasikan fly over Joglo. Menurut Supri, kawasan tersebut sudah sangat padat lalu lintas. Angkutan berat menuju Jawa Timur sering menumpuk di sekitar kawasan di samping kendaraan pribadi. “Kenapa Pemkot tidak ikut mengusulkan pembangunan fly over Joglo pada pemerintah pusat?” ujarnya saat ditemui wartawan di Gedung DPRD, Rabu (27/4/2016).

Diketahui, Pemkot mengajukan bantuan pembangunan fly over di Purwosari dan Jl. dr. Moewardi pada pusat tahun ini. Kebijakan itu didasari kajian lalu lintas dan potensi kemacetan. Menurut Supriyanto, kepadatan lalu lintas di simpang Joglo mestinya juga jadi perhatian. Terlebih rencana pembangunan jalan layang di kawasan tersebut mentah sejak 12 tahun lalu.

“Mumpung Presidennya dari Solo [Joko Widodo], mestinya Pemkot aktif mengajukan bantuan. Kami lihat kementerian sebenarnya siap mem-back up,” tutur politikus Demokrat itu.

Supriyanto tak menampik problem pembebasan lahan menjadi ganjalan utama pembangunan fly over Joglo. Dia menghitung ada sekitar 30 bidang lahan yang perlu dibebaskan untuk pembangunan. Menurut Supri, mestinya Pemkot tak perlu khawatir dengan nilai kompensasi serta masalah non-teknis lain. Pemkot pernah mengutarakan biaya non-teknis proyek bisa jadi lebih besar dibanding nilai pembangunan fisik.

“Pemkot tak perlu ragu jika sudah memiliki perencanaan yang matang. Kalau tidak segera ada pembangunan, Solo bisa makin tertinggal dengan daerah lain.”

Seorang warga yang sering melintasi simpang Joglo, Joko Nurkamto, 45, mendukung pembangunan fly over di kawasan tersebut. Menurut Joko, simpang Joglo akan macet total jika tak segera ada pembangunan infrastruktur.

“Kemacetan parah bisa terjadi saat kereta melintas pada jam sibuk, yakni saat berangkat dan pulang kerja,” ujarnya kepada solopos.com.

 

lowongan pekerjaan
PT. SUMBER JAYA BAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JUAL DAIHATSU Terios’09 TX AD-Solo,NomerCantik,An/Sendiri,Istimewa,Harga Nego,Hub:08…
  • LOWONGAN CR SALES Konveksi,Wanita,Usia 24-38Th,Gaji Pokok+Uang Makan+Bensin+Bonus.Hub:DHM 082134235…
  • RUMAH DIJUAL DIJUAL RUMAH Sederhana,Jl,Perintis Kemerdekann No.50(Utara Ps.Kabangan)L:12×7 Hub:081…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Peringkat dan Mutu Perguruan Tinggi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/9/2017). Esai ini karya Johan Bhimo Sukoco, dosen Ilmu Administrasi Negara di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Slamet Riyadi, Solo. Alamat e-mail penulis adalah johanbhimo@yahoo.co.id. Solopos.com, SOLO — Kementerian Riset Teknologi dan…