Kamis, 28 April 2016 17:50 WIB Tri Rahayu/JIBI/Solopos Sragen Share :

HIV/AIDS SRAGEN
36 PSK Bayanan Dikasih Penyuluhan

HIV/AIDS Sragen penyebarannya diantisipasi antara lain dengan penyuluhan terhadap pada PSK.

Solopos.com, SRAGEN — Tim gabungan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemkab Sragen dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sragen memberi penyuluhan kepada 36 pekerja seks komersial (PSK) dan 12 orang pemilik warung di kompleks lokalisasi Bayanan, Kecamatan Sambirejo, Sragen, Kamis (28/4/2016).

Penyuluhan tersebut dilakukan untuk mencegah peredaran narkoba, seks bebas, dan pencegahan penyakit menular seperti HIV/AIDS. Sosialisasi pencegahan penyakit masyarakat (pekat) itu dikoordinasi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sragen dan melibatkan SKPD terkait, yakni Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, Dinas Sosial (Dinsos), Kementerian Agama (Kemenag), Polres Sragen, dan KPA.

Kasi Penyuluhan Satpol PP Sragen, Sriyono, mengatakan tim dari musyawarah pimpinan kecamatan (muspika), dan jagabaya se-Kecamatan Sambirejo juga ikut meramaikan sosialisasi itu. Dia menyebut ada 60-an orang yang hadir dalam kegiatan itu, di antaranya 36 orang PSK dan 12 orang pemilik warung. Sriyono menjelaskan materi sosialisasi meliputi bahaya narkoba, bahaya penyakit HIV/AIDS, dan bahaya pergaulan bebas.

“Respons mereka baik dan serius terhadap materi yang diberikan. Terlepas penyuluhan itu dipraktikan atau tidak saya tidak tahu. Ya, pokoknya mereka tidak menolak karena yang hadir banyak. Mereka kami kumpulkan di aula Objek Wisata Pemandian Air Hangat Bayanan,” ujar Sriyono saat dihubungi solopos.com, Kamis siang.

Dia juga menyinggung kegiatan rutin yang diadakan KPA dan DKK secara berkala untuk mengantisipasi penyebaran penyakit. Dia menilai para PSK itu termasuk orang dengan risiko tinggi.

“Mereka, pendatang dari Ngawi. Yang asli Sragen juga ada tetapi hanya beberapa orang saja. Ya, mereka diarahkan supaya menghindari narkoba. Mereka juga diharapkan bisa menjaga kesehatan organ vital masing-masing. Kapolsek Sambirejo AKP Kabar Bandianto juga ikut memberi materi,” tambah dia.

Kegiatan penyuluhan itu berlangsung sejak pukul 09.00 WIB hingga 11.45 WIB. Ketua KPA Sragen, Haryoto, menyampaikan KPA hanya mendampingi kegiatan penyuluhan. Dia membenarkan bila KPA dan DKK melaksanakan voluntary counselling and testing (VCT) setiap tiga bulan sekali. Dia mengungkapkan tak semua PSK hadir pada setiap kegiatan VCT.

“Ketika kami memasang target 40 orang PSK, biasanya yang hadir hanya 25-27 orang. Saya kira jadwal VCT dan jam kerja mereka berbeda. Kalau VCT biasanya siang hari. Saya kira hanya tidak sinkronnya jadwal VCT saja yang berdampak pada tingkat kehadiran PSK di setiap VCT,” tutur dia.

 

lowogan pekerjaan
Supervisor Produksi, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama-Sama Mengawasi APBD

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (8/12/2017). Esai ini karya Doddy Salman, mahasiswa S3 Kajian Budaya dan Media Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah doddy90@yahoo.com Solopos.com, SOLO–DPRD DKI Jakarta mengesahkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran…