Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni membuka acara Harlah ke-56 PMII dan pembukaan Konkoorcab XXII PMII Jatim di Pendapa Agung Pemkab Ponorogo, Rabu (27/4/2016). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)
Kamis, 28 April 2016 13:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

HARLAH PMII
Kader PMII Jatim Hadiri Peringatan Harlah ke-56 PMII di Ponorogo

Harlah PMII diperingati dengan berbagai acara yang berbarengan acara Konkoorcab XXII di Ponorogo.

Solopos.com, PONOROGO – Ratusan kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Timur mengikuti peringatan hari lahir (harlah) ke-56 PMII yang dipusatkan di Ponorogo.

Dalam acara itu juga dilangsungkan Konferensi Koordinator Cabang (Konkoorcab) XXII PMII Jatim dengan agenda utama pemilihan Ketua Umum PMII Jatim periode 2016-2018.

Acara peringatan Harlah ke-56 PMII berlangsung di Pendapa Agung kompleks Pemkab Ponorogo, Rabu (27/4/2016). Sedangkan kegiatan Konkoorcab XXII dilaksanakan di kompleks wisata Telaga Ngebel.

Acara itu juga dihadiri pendiri PMII, Ketua Umum Pengurus Besar PMII, Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni, dan sejumlah pejabat daerah lainnya.

Pantauan Madiunpos.com di lokasi acara, ratusan kader PMII yang datang dari berbagai kabupaten/kota se-Jawa Timur memadati Pendapa Agung Pemkab Ponorogo.

Dalam memperingati Harlah ke-56 PMII, diselenggarakan acara pemotongan nasi tumpeng. Selain itu, di akhir acara ada pentas seni reog.

Ketua PB PMII, Aminudin Ma’ruf, menyampaikan selama 56 tahun, Jawa Timur menjadi basis ideologi PMII. Sehingga, PMII Jatim memiliki peran penting untuk menentukan arah pergerakan PMII ke depan.

“Jatim menjadi wilayah yang menjadi basisnya kader PMII. Sehingga, kader PMII Jatim harus memiliki kualitas dan menjunjung tinggi nilai-nilai ideologi PMII. Selain itu, kader PMII juga wajib memastikan akidah Islam Ahlussunah Wal Jamaah tetap ada di bumi Nusantara,” kata dia saat memberikan sambutan di acara itu, Rabu malam.

Aminudin menambahkan forum Konkoorcab XXII PMII Jatim jangan dijadikan forum penghakiman terhadap pengurus periode sebelumnya. Dia berharap forum Konkoorcab itu bisa dijadikan momentum kebangkitan PMII Jatim dan memberikan kontribusi positif bagi negara Indonesia.

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, mengatakan sangat senang Ponorogo dijadikan tempat pusat Harlah PMII dan sebagai tempat pelaksanaan Konkoorcab XXII PMII Jatim.

Dia berharap PMII ke depan bisa lebih baik dalam memberikan kontribusi terhadap perkembangan daerah dan perkembangan negara.

“Ini jadi kehormatan besar bagi kami karena dijadikan tempat Konkoorcab PMII Jatim. Kami berharap Konkoorcab ini bisa merumuskan konsep yang maslahat bagi pembangunan negara,” kata Ipong yang merupakan mantan pengurus PMII ini.

Dalam forum itu, Ipong mempromosikan tempat wisata Telaga Ngebel yang menjadi ikon wisata di Ponorogo. Dia mengatakan Telaga Ngebel merupakan tempat yang dingin dan sejuk.

Di tempat itu juga ada telaga yang luasnya dua kali lebih luas dibandingkan Telaga Sarangan, Magetan. Namun, saat ini Telaga Sarangan memang lebih terkenal dibandingkan Telaga Ngebel. Hal ini karena lokasi Telaga Ngebel terlalu jauh dari kota dan kurang promosi.

“Saat ini, di Telaga Ngebel sedang berlangsung musim durian dan manggis. Sehingga, sahabat-sahabat PMII bisa menikmati wisata alam dan buah-buahan di Telaga Ngebel,” ujar dia.

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Intelek Banal Kampus Milenial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (9/12/2107). Esai ini karya Adi Putra Surya Wardhana, alumnus Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah adiputra.48697@gmail.com. Solopos.com, SOLO¬†— Beberapa waktu lalu beberapa kawan yang menempuh…