Foto ilustrasi semprot wereng. (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Kamis, 28 April 2016 17:55 WIB Bhekti Suryani/JIBI/Harian Jogja Bantul Share :

HAMA WERENG
Enam Wilayah di Bantul ini Rawan Hama Wereng

Hama wereng rawan menyerang di enam wilayah

Solopos.com, BANTUL– Enam wilayah di Bantul rawan terserang hama wereng. Petani kini memulai musim tanam kedua yang berlangsung April hingga Agustus.

Dinas Pertanian mencatat sejumlah wilayah di Bantul saat ini rawan terserang hama wereng coklat, menyusul dimulainya musim tanam kedua. Enam wilayah tersebut yaitu Kecamatan Sanden, Srandakan, Kretek, Bambanglipuro, Pundong dan Pandak.

“Serangan wereng sangat potensial di wilayah selatan dan tengah,” terang Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Dinas Pertanian Bantul, Widodo, Rabu (27/4/2016).

Menurut Widodo, enam wilayah tersebut dikategorikan rawan serangan hama wereng karena pada musim tanam pertama memiliki riwayat serangan hama.

“Karena sebelumnya ada riwayat serangan, maka masih ada sisa populasi wereng yang dapat menyerang lagi. Karena kan enggak mungkin seluruh populasi hama itu habis,” ujarnya.

Selain riwayat serangan, diduga musuh alami wereng di kawasan selatan sudah menyusut. Musuh alami itu menurutnya habis akibat kemarau panjang akibat dampak fenomena alam El Nino tahun ini. Karenanya kata dia, enam wilayah tersebut saat ini wajib waspada dan menyiapkan antisipasi serangan kedua.

Antisipasi yang perlu dilakukan yaitu menyemprot tanaman saat persemaian dengan agen hayati berupa bakteri Corin dan jamur Beuveria Bassiana. “Dua agen hayati itu bisa didapatkan gratis di Dinas Pertanian,” lanjutnya lagi.

Sejumlah wilayah telah membuat gerakan penyemprotan dengan mengajukan bantuan agen hayati ke Dinas Pertanian. “Diantaranya kelompok tani di Kretek, semuanya sudah mengajukan bantuan agen hayati itu,” papar dia.

LOWONGAN PEKERJAAN
DIBUTUHKAN TENAGA JAHIT, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…