Fatmagul dan Karim (An.tv) Fatmagul dan Karim (An.tv)
Kamis, 28 April 2016 20:45 WIB Evi Handayani/JIBI/Solopos.com TV Plus Share :

FATMAGUL ANTV
Fatmagul Buka Hati untuk Karim

Fatmagul Antv malam ini mengisahkan Fatma yang mulai membuka hatinya.

Solopos.com, SOLO — Fatma di episode Fatmagul Antv, Kamis (28/4/2016) malam ini, mulai membuka hatinya untuk Karim. Ia tidak ingin berlarut-larut dalam traumanya.

Malam hari, Rahmi mengantar Mukaddes tidur. Saat menyelimuti Mukaddes, Rahmi meminta istrinya tersebut untuk tidak meninggalkannya, kendati ia tahu Mukaddes tak mencintainya dan Murat bukanlah darah dagingnya. Rahmi hanya tahu ia menyayangi Mukaddes dan Murat. Mendengar hal itu, Mukaddes menangis haru.

Fatmagul datang ke gudang tempat Karim tidur. Ia menangis dan mencurahkan semua isi hatinya kepada Karim. Fatma mengaku sulit menghilangkan rasa trauma karena insiden pemerkosaan yang terjadi pada dirinya. Mendengar itu, Karim berjanji tidak akan meninggalkan Fatmagul.

Setelah itu, Fatmagul menangis di hadapan Ebe Nine atau Meriem. Fatma ingin hidup normal dan bisa mencintai orang lain lagi. Ia meminta tolong Meriem untuk membawanya ke psikiater agar kejiwaannya pulih.

Pagi hari, Fatmagul tampak lebih ceria dari biasanya. Ia meminta tolong Karim untuk membelikannya roti dan koran. Dengan senang hati Karim memenuhi permintaan Fatmagul.

Ternyata, koran yang dibeli Karim memuat kabar penusukan Mustafa. Fatmagul dan Meriem ikut membacanya. Namun, Fatmagul tidak ingin lagi bertemu Mustafa. Jadi, ia menolak saat Karim menawarkan bantuan mengantarnya ke rumah sakit untuk menjenguk Mustafa.

Di rumah Erdogan, Selim mendengar rencana jahat Erdogan dan Ismail. Mereka berdebat tentang rencana jahat akan mengadu domba Mustafa dan Karim. Vural yang menginap di rumah Erdogan, tak sengaja mendengar percakapan Selim dan Erdogan tersebut.

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…