Ilustrasi (pedulisehati.com)
Kamis, 28 April 2016 19:15 WIB Rudi Hartono/JIBI/Solopos Wonogiri Share :

DAK WONOGIRI
Anggaran Fisik Dipotong Rp11 Miliar, Ini Alasannya

DAK Wonogiri, anggaran pelaksanaan DAK bidang fisik di Wonogiri dipotong Rp11 miliar.

Solopos.com, WONOGIRI–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri memotong anggaran fisik satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) senilai lebih dari Rp11 miliar dari total DAK senilai Rp116,471 miliar. Pemotongan itu akan memengaruhi pencapaian program strategis yang telah direncanakan sebelumnya.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, saat ditemui wartawan seusai mengikuti kegiatan di Kantor DPRD Wonogiri, Kamis (28/4/2016), menyampaikan pemotongan anggaran merupakan realisasi dari Surat Edaran (SE) Menteri Keuangan, Bambang P.S. Brodjonegoro, No. SE-10/MK.07/2016 tentang Pengurangan/Pemotongan DAK Fisik Secara Mandiri 2016 tertanggal 8 April 2016.

Pada pokoknya Menteri Keuangan memerintahkan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota, memotong DAK fisik yang sebelumnya digelontorkan minimal 10 persen. Hasil pemotongan harus dikembalikan ke kas negara.

Berdasar SE Menteri Keuangan yang diperoleh Solopos.com, pemotongan DAK fisik dilatarbelakangi adanya perubahan asumsi makro dan target penerimaan negara akibat dari kondisi ekonomi domestik dan global. Oleh karena itu pemerintah perlu mengubah APBN 2016. Perubahan itu direncanakan mencakup penurunan target penerimaan negara dan pengurangan belanja negara, baik belanja pemerintah pusat maupun transfer ke daerah dan dana desa. Rencana penurunan transfer ke daerah dan dana desa tersebut dibebankan pada pemotongan DAK fisik.

Menindaklanjuti SE itu Bupati bersama SKPD terkait menginventarisasi program-program yang terkaver DAK fisik. Program itu lalu dicermati, dievaluasi, dan akhirnya anggaran yang bersumber dari DAK fisik dipotong. Sehingga didapat hasil DAK fisik yang dipotong senilai hampir Rp12 miliar. Anggaran yang dipotong itu merupakan anggaran di Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan), Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo), Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora), dan SKPD lainnya.

“Program prioritas kami tahun ini dan empat tahun berikutnya adalah pembangunan infrastruktur. Jadi, anggaran program dari DAK fisik di luar program prioritas kami potong. Dari masing-masing anggaran dipotong sekian persen hingga mencapai hampir Rp12 miliar atau 10 persen dari total DAK. Hasil pemotongan akan dikembalikan ke pemerintah pusat. Berita acara pemotongan akan kami sampaikan besok [Jumat 29/4/2016],” kata Bupati.

Menurut politikus PDIP itu pemotongan akan memengaruhi pencapaian program strategis yang direncanakan. Sebab, pemotongan anggaran secara otomatis berdampak pada pelaksanaan program. Namun, Bupati menyebut pemotongan tidak akan mengganggu administrasi penganggaran. Pasalnya, program yang anggarannya dipotong itu masih dalam tahap perencanaan.
Kabid Akuntansi Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), Slamet Widodo, saat dihubungi untuk dimintai penjelasan perincian anggaran yang dipotong tidak mengangkat telepon.

LOWONGAN PEKERJAAN
GRIYA BAMBU KUNING, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…