Tumbuhan eceng gondok di Danau Rawa Pening, Kabupaten Semarang, yang kian meluas. Eceng gondok ini akan dibersihkan oleh para relawan dalam kegiatan Save Rawa Pening#2, Minggu (1/5/2016). (Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com)
Kamis, 28 April 2016 07:50 WIB Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com Semarang Share :

Bersihkan Rawa Pening, Relawan Gelar Save Rawa Pening #2

Aksi peduli lingkungan di Kabupaten Semarang dilakukan para relawan.

Solopos.com, BAWEN – Kelestarian lingkungan serta ekosistem yang berada di hamparan Danau Rawa Pening dari tahun ke tahun semakin memperihatinkan. Beberapa penyebabnya antara lain, yakni keberadaan tumbuhan eceng gondok yang kian meluas.

Pertumbuhan eceng gondok ini pulalah yang membuat ekosistem perairan di Rawa Pening seluas 2667 hektar menjadi terganggu. Menanggapi kondisi ini, kelompok relayawan SAR Bumi Serasi kembali menggelar agenda Guyub Rukun Gugur Gunung Resik-Resik Rawa Pening, Minggu (1/5/2016).

Sama seperti tahun sebelumnya, acara yang menggambil tajuk Save Rawa Pening #2 ini akan dipusatkan di Dermaga Dusun Sumurup, Desa Asinan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang.

“Sama seperti tahun sebelumnya, tahun ini kami juga akan menggelar kegiatan bersih-bersih Rawa Pening. Fokus kami masih sama, yakni membersihkan sampah serta eceng gondok yang ada di Rawa Pening,” ujar Ketua Panitia Save Rawa Pening #2, Prapto “Thokriq” Nugroho, saat dihubungi Semarangpos.com, Rabu (27/4/2016).

Berkaitan dengan kegiatan ini, Prapto pun mengajak seluruh elemen masyarakat, baik pemerhati, relawan, dan aktifis pencinta lingkungkan untuk ikut serta. Ia pun mengaku eceng gondok yang nantinya diambil dari kegiatan ini tak akan dimusnahkan, tapi akan diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Bisa dikatakan agenda ini nantinya juga menjadi ajang panen raya eceng gondok. Tahun lalu, ada sekitar 1.200 relawan yang bergabung dan kami bisa mengangkat eceng gondok seluas 2 hektar. Harapannya, tahun ini bisa lebih,” imbuh anggota Divisi Antarlembaga SAR Bumi Serasi itu

Prapto menjelaskan pada pelaksanaannya nanti ada tiga area kerja yang bakal dibagi kepada para peserta kegiatan, yang meliputi area air, darat dan umum. Di area air, peserta diminta memotong pulau eceng gondok di kedalaman antara 30-80 sentimeter. Eceng gondok yang sudah dipotong ini kemudian dimasukan ke karamba atau awir.

Sementara di area darat, para peserta bertugas memotong serta mengangkat eceng gondok ke tempat penampungan sementara, sebelum dimasukkan ke awir. Sedangkan, yang bertugas di area umum akan membantu pelaksanaan peserta yang bertugas di air maupun darat.

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…