Aktivitas pengoperasian drone di kawasan Sendangtirto, Berbah, Sleman. (Sunartono/JIBI/Harian Jogja) Aktivitas pengoperasian drone di kawasan Sendangtirto, Berbah, Sleman. (Sunartono/JIBI/Harian Jogja)
Kamis, 28 April 2016 18:55 WIB Sunartono/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

ATURAN PENERBANGAN
Drone Dilarang Beroperasi di Kawasan Udara Jogja

Aturan penerbangan di Jogja untuk drone akhirnya dikeluarkan

Solopos.com, SLEMAN – Lanud Adisutjipto melarang keras penggunaan pesawat tanpa awak atau unmanned aerial vehicle (UAV) yang biasa disebut dengan istilah drone, di area udara Kota Jogja.

Para pemilik drone yang dipakai untuk kepentingan fotografi dimintai memahami dan mematuhi aturan sebelum mengoperasikannya.

Pernyataan itu disampaikan setelah pihak Lanud menemukan adanya pengoperasian drone dari Jembatan Layang Janti Depok, Sleman untuk mengambil gambar pesawat akan landing, padahal itu termasuk wilayah kawasan keselamatan operasi penerbangan (KKOP).

Penggunaan drone telah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan 90/2015 tentang Pengendalian Operasi Pesawat Udara Tanpa Awak di Ruang Udara yang Dilayani Indonesia. Kepala Dinas Operasi Lanud Adisutjipto Kolonel Pnb Bonang Bayuaji Gautama menjelaskan, sesuai dengan Permenhub 90/2015, drone tidak boleh dioperasikan di kawasan udara terlarang (prohibited area), kawasan udara terbatas (restricted area) dan kawasan keselamatan operasi penerbangan (KKOP).

Wilayah Jogja sendiri tidak memiliki kawasan udara terbatas maupun kawasan udara terlarang. Tetapi memiliki KKOP yang harus dipatuhi oleh semua pihak dalam rangka menjaga keamanan dan keselamatan penerbangan. Dengan demikian wilayah udara Kota Jogja dan sekitarnya menjadi kawasan terlarang bagi pengoperasian drone.

“Untuk drone memang klasifikasi pesawat tanpa awak yang dulu sudah ada dikenal pesawat remote control. Tetapi perkembangan teknologi menciptakan pesawat dikenal drone itu sangat mudah dikendalikan dengan harga terjangkau mulai dari quadcopter, ada multicopter, yang bisa dikendalikan dan dibeli siapa saja,” terangnya di Base Ops Lanud Adisutjipto, Rabu (27/4/2016).

Oleh sebab itu banyak pemilik drone yang karena ketidaktahuannya kemudian nekat mengoperasikan di wilayah KKOP.

Sesuai Permenhub 90/2015 lanjutnya, drone boleh diterbangkan di wilayah uncontrolled airspace atau di luar KKOP dengan ketinggian maksimal 150 meter. Itu pun sebenarnya untuk kepetingan pemerintah seperti patroli, pengamatan cuaca dan lainnya. Jika lebih dari 150 meter harus mendapatkan izin dari Dirjen Perhubungan Udara.

lowongan pekerjaan
ERA PLATINUM SOLO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JL CPT Taft GT4x4’94,Body Kaleng,Ori,Asli KLATEN:081391294151 (A00593092017) “…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH LT13…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Arsip dan Tertib Administrasi Desa

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (15/9/2017). Esai ini karya Romi Febriyanto Saputro yang menjabat sebagai Kepala Seksi Pembinaan Arsip dan Perpustakaan Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Sragen. Alamat e-mail penulis adalah romifebri@gmail.com. Solopos.com, SOLO–UU No. 43/2007 tentang Kearsipan…