Rustam Effendi (Istimewa/Detik)
Rabu, 27 April 2016 19:30 WIB JIBI/Solopos/Detik/Antara Peristiwa Share :

Tak Lagi Wali Kota, Rustam Effendi Cuma Digaji Rp13 Juta

Rustam Effendi kini tak lagi jadi Wali Kota Jakarta Utara dan menjadi staf Badan Diklat DKI. Gajinya juga turun dari Rp75 juta menjadi Rp13 juta.

Solopos.com, JAKARTA — Rustam Effendi tidak lagi menjadi Wali Kota Jakarta Utara. Ia saat ini ditugaskan sebagai staf di Badan Diklat DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan surat pengunduran diri Wali Kota Jakarta Utara, Rustam Efendi sudah diteken pada Rabu (27/4/2016) pagi tadi.

“Sudah. Surat pengunduran diri Rustam sudah diteken tadi pagi,” kata Basuki, saat sidak ke pintu air Kanal Banjir Timur di kawasan Cipinang Muara, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (26/4/2016).

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI Agus Suradika menyebut kala menjadi Wali Kota, Rustam rata-rata mengantongi gaji take home pay Rp73 juta/bulan. Namun karena sekarang Rustam menempati posisi staf, dia kemungkinan hanya menerima pendapatan bersih maksimal Rp13 juta per bulan.

“[gajinya] Kurang lebih Rp70 juta saat masih jadi wali kota. Kalau ditambah TKD [tunjangan kinerja daerah], maksimal kira-kira sampai Rp73 jutaan lah. Tapi kalau gaji ditambah tunjangan transportasi bisa Rp75 juta. Setelah tidak menjadi pejabat, maksimal Rp12-13 juta,” terang Agus kepada wartawan di kantornya, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (27/4/2016).

Selain berkurangnya nominal, sejumlah fasilitas Rustam Effendi juga ikut “turun kelas”. Agus menjelaskan, setelah Rustam menjadi staf di Badan Diklat DKI Jakarta, dia tidak lagi mendapat tunjangan transportasi, tunjangan jabatan, dan TKD sebagai wali kota. “Nanti akan dapat TKD sebagai staf,” ujarnya.

Selain itu, Rustam juga tidak diberi fasilitas rumah dinas, mobil dinas, pengawalan dan sopir. “Fasilitas wali kota banyak. Tunjangan yang melekat pada jabatan. Saat tidak menjabat sebagai wali kota, ya tidak ada,” tutup Agus.

Sempat beredar kabar, Rustam akan mendatangi BKD hari ini. Namun Agus menyebut Rustam batal hadir lantaran ada urusan lain. Rustam menyatakan mundur dari jabatan prestise itu pada Senin (25/4/2016).

Posisi Rustam nantinya akan diisi oleh pengganti yang telah diseleksi BKD dan dipilih Ahok. Namun untuk sementara waktu, jabatan ini akan diisi oleh Wakil Wali Kota sebagai Plt.

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…