Direktur Utama PT Dewi Sri Sejati Halim Sugiantoro pamerkan bentuk rumah murah yang akan dibagung di wilayah Godean, Sleman. (Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja) Direktur Utama PT Dewi Sri Sejati Halim Sugiantoro pamerkan bentuk rumah murah yang akan dibagung di wilayah Godean, Sleman. (Abdul Hamid Razak/JIBI/Harian Jogja)
Rabu, 27 April 2016 03:20 WIB Abdul Hamied Razak/JIBI/Harian Jogja Sleman Share :

Rumah Murah dengan Cicilan Rp756.000 per Bulan Siap Dibangun di Godean

Rumah murah kembali dipasarkan.

Solopos.com, SLEMAN- Tingginya harga rumah di wilayah Sleman mengakibatkan kalangan menengah ke bawah sulit mendapatkan rumah. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan dibangunnya rumah murah di wilayah Godean.

Direktur Utama PT Dewi Sri Sejati Halim Sugiantoro mengatakan, pembangunan rumah murah di wilayah Utara Pasar Godean tersebut merupakan program rumah murah dari Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada 2016. Untuk tahap pertama, pihaknya akan membangun 600 unit di luas lahan  enam hektare di Godean Jogja Hill.

“Kami bekerjasama dengan BTN (Bank Tabungan Negara) dengan bunga lima persen. Ini fasilitas kredit murah bagi warga kurang mampu,” ujarnya kepada wartawan, Senin (25/4/2016).

Menurutnya, masyarakat Sleman banyak yang kesulitan mendapatkan rumah akibat tingginya harga rumah. Dengan program FLPP atau rumah murah tersebut, pihaknya ingin membantu warga yang tidak memiliki rumah agar bisa membeli rumah meskipun sederhana. “Dengan harga Rp116,5 juta warga kurang mampu bisa memiliki rumah dengan luas tanah 60m2 dan banguan 30m2. Rumah itu bisa dibeli dengan cara kredit Rp756.000 pe bulan selama maksimal 20 tahun,” terangnya.

Di lokasi tersebut, katanya, juga akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas seperti taman bermain anak, kolam renang ukuran kecil, toko modern dan fasilitas pendukung lainnya. Pembangunan rumah murah tersebut akan dimulai pada September mendatang. “Pemda Sleman akan mendukung program ini karena membantu warga untuk memiliki rumah. Banyak PNS yang bergaji kecil tidak memiliki rumah,” ujarnya.

Sementara, Marketing Kredit BTN jogja William menjelaskan, program rumah murah di wilayah DIY terdapat sembilan titik. Selain di Sleman, proyek yang sama juga dijalankan di Kulonprogo (satu lokasi), Bantul (empat lokasi), Gunungkidul (dua lokasi) dan Purworejo (lima lokasi). “Di wilayah Sleman untuk tahun ini baru  PT Dewi Sri Sejati yang membangun rumah murah FLPP. Kalau sebelumnya hanya bisa menyediakan antara 100 hingga 120 unit, perusahaan ini bisa menyediakan 600 unit. Paling banyak dibandingkan sebelumnya,” katanya.

Dia menjelaskan, animo masyarakat membeli rumah FLPP sangat tinggi. Dia menyontohkan, tahun lalu di Sedayu terdapat dua lokasi rumah murah yang disediakan. Dalam waktu tiga bulan, ratusan unit rumah habis terjual. Tingginya animo masyarakat tidak terlepas dari syarat mendapatkan rumah murah yang dinilai mudah. “Yang bisa mengajukan gaji maksimal Rp4 juta. Belum memiliki rumah dan angsuran per bulannya murah,” terangnya.

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…