Razia rumah kos di Laweyan, Rabu (11/3/2015) dini hari. (Reza Fitriyanto/JIBI/Solopos) Razia rumah kos di Laweyan, Rabu (11/3/2015) dini hari. (Reza Fitriyanto/JIBI/Solopos)
Rabu, 27 April 2016 15:43 WIB Muhammad Ismail/JIBI/Solopos Solo Share :

RAZIA SOLO
Satpol PP Jaring 10 Pasangan Tak Resmi di Indekos

Razia tempat indekos di wilayah Solo, Satpol PP menangkap 10 pasangan tak resmi.

Solopos.com, SOLO–Sebanyak 90% tempat indekos yang tersebar di Kota Solo tak berizin. Satpol PP melakukan razia tempat indekos yang belum mengantongi izin dan langsung memberikan surat peringatan pertama (SP1) kepada pemilik indekos, Rabu (27/4/2016).

Kepala Satpol PP dan Linmas Solo, Sutarjo mengatakan Satpol PP kembali melakukan razia indekos di tiga kecamatan di Solo. Ketiga kecamatan tersebut yakni Jebres, Laweyan, dan Banjarsari.

“Sebanyak 20 tempat indekos kedapatan belum mengantongi izin langsung kami berikan peringatan keras dengan melayangkan SP1 kepada pemiliknya,” ujar Sutarjo saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (27/4/2016).

Sutarjo mengatakan sebanyak 20 indekos tersebut perinciannya 11 tempat indekos di Laweyan, empat tempat indekos di Jebres, dan lima tempat indekos di Banjarsari. Ia menilai masih banyaknya tempat indekos belum mengantongi izin tetapi nekat beroperasi mengindikasikan sosialisasi peraturan daerah (Perda) Nomor 9 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Pemondokan belum tersosialisasi dengan baik di masyarakat.

“Kami akan menyampaikan temuan ini kepada Disbudpar [Dinas Kebudayaan Pariwisata] Solo sebagai SKPD [Satuan Kerja Perangkat Daerah] yang membuat perda agar ditindak lanjuti,” kata dia.

Sutarjo mengatakan sesui perda tersebut setiap badan atau orang yang memiliki usaha pemondokan wajib mengantongi Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP). TDUP diberikan Wali Kota dan berlaku selama usaha pemondokan berjalan. Ia mengaku akan menyampaikan temuan ini kepada Wali Kota agar pemilik indekos yang belum mengantongi izin segera mengurus izin ke Pemkot.

“Kami akan terus menggelar razia tempat indekos agar memberikan efek jera kepada pemilik untuk tidak beroperasi terlebih dulu sebelum mengantongi izin,” kata dia.

Sutarjo mengatakan Satpol PP menjaring 10 pasangan tidak resmi saat mengelar razia tempat indekos belum berizin di Jebres dan Banjarsari. Sebanyak 10 pasangan tidak resmi itu kemudian oleh petugas, penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) pemkot meminta mereka membuat surat pernyataan dan memberikan surat peringatan di kantor Satpol PP.

“Kebanyakan mereka dari luar daerah yang bekerja freelance di perusahaan swasta dan menempati tempat indekos sebagai tempat tinggal sementara,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Penegakkan Peraturan Daerah (Perda) Satpol PP Solo, Arif Darmawan, mengatakan dari hasil pendataan indekos di Solo ada sekitar 1.500-an. Dari jumlah tersebut yang sudah mengantongi izin baru sekitar puluhan.

“Kami tidak ingin tempat indekos disalahgunakan sebagai tempat peredaran narkotika, minuman keras atau kumpul kebo pasangan tak resmi,” kata Arif.

lowongan pekerjaan
Kepala Produksi mebel, Drafter, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL JL CPT Taft GT4x4’94,Body Kaleng,Ori,Asli KLATEN:081391294151 (A00593092017) DP Mura…
  • LOWONGAN CARI PTIMER 2-4 Jam/Hari Sbg Konsltn&SPV Bid.Kshtn All Bckgrnd Smua Jursn.Hub:0811.26…
  • RUMAH DIJUAL Jual TNH&BGN HM 200m2,LD:8m,Strategis,Makamhaji,H:08179455608 (A00280092017) RMH LT13…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Komunisme dan Logika Kita

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (23/9/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, seorang editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Mungkin kita pernah membaca pernyataan bahwa adanya kemiskinan dan ketimpangan ekonomi…