Polisi menjaga lokasi groundbreaking pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung di Cikalong Wetan, Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (21/1/2016). (JIBI/Solopos/Antara/Hafidz Mubarak A.)
Rabu, 27 April 2016 21:00 WIB Dewi A Zuhriyah/JIBI/Bisnis Peristiwa Share :

PROYEK KERETA CEPAT
Inilah Identitas 5 Pekerja China yang Mengebor di Halim dan Penangkapannya

Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung diwarnai kasus penerobosan 5 pekerja China yang mengebor tanah di Halim Perdanakusuma.

Solopos.com, JAKARTASolopos.com, JAKARTA — Berdasarkan laporan Intelijen Lanud Halim Perdanakusuma Nomor R/LI/15/IV/2016, Kamis (26/4/2016), terungkap aktivitas ilegal yang dilakukan 5 pekerja asal Cina di Lanud Halim Perdanakusuma terkait proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Pada Rabu pukul 09.45 WIB, Seksi Pertahanan Pangkalan yang sedang patroli batas wilayah Lanud Halim Perdanakusuma menemukan aktivitas pengeboran oleh tujuh orang tak dikenal. Dua di antaranya diketahui sebagai WNI.

Setelah dicek, diketahui bahwa kelima orang lainnya tidak memiliki Clearence (perijinan) dari TNI AU dan tidak dilengkapi identitas/paspor. Pada pukul 10.00 WIB, ketujuh orang tersebut dibawa ke kantor Intelijen Lanud Halim P. untuk dimintai keterangan.

Dari hasil wawancara, diketahui bahwa kelima pekerja asal China tersebut merupakan karyawan PT Geo Central Mining (GCM) yang beralamat di Pantai Indah Kapuk, Bukit Golf, Jakarta Utara. Perusahaan ini merupakan mitra PT Wika (Wijaya Karya) sebagai pelaksana proyek kereta cepat Indonesia-China (KCIC). Sedangkan kedua WNI merupakan karyawan lepas PT GCM.

Kelima warga China itu adalah Guo Lin Zhong, kelahiran Hunan, China, 5 Oktober 1989, sebagai tukang bor dan administrasi; Wang Jun, kelahiran Nanhz 11 September 1987, sebagai administrasi dan peneliti; Zhu Huafeng kelahiran 10 Desember 1968 sebagai teknisi mesin; Cheng Qianwu, kelahiran Hubei, 13 Oktober 1967 sebagai teknisi mesin; dan Xie Wuming kelahiran Hubei, 25 Januari 1975, sebagai teknisi mesin. Sedangkan dua WNI adalah Yohanes Adi sebagai sopir PT GCM dan Ikfan Kusnadi sebagai penerjemah.

Pengeboran diketahui telah berlangung sejak 22 April 2016 untuk mendapatkan sample komposisi tanah sebelum pembangunan beton penyangga rel kereta. Mereka masuk ke wilayah Lanud Halim P. melalui jalan tol Jakarta-Cikampek, kemudian menerobos pagar batas tanah sehingga tidak diketahui oleh personel Lanud. Mereka mengaku tidak mengetahui bahwa tanah tersebut berada di kawasan militer Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma karena letaknya yang berbatasan dengan jalan tol.

Baru pada pukul 11.30 WIB, seorang supervisor PT Wika datang ke Lanud Halim Perdanakusuma. Pria bernama Gems Revolta Bangun itu menyatakan belum ada koordinasi antara PT Wika dengan PT GCM tentang survei pengeboran tanah itu, termasuk di Halim. “Yang bersangkutan tidak diberi tahu oleh PT GCM tentang pelaksanaan pengeboran tersebut.

Pada pukul 12.00 WIB, petugas kantor Imigrasi kelas I Jakarta Timur dipimpin Staf Pengawasan Orang Asing, Waloejo, datang ke Halim dan menyampaikan tindakan tersebut ilegal. Mereka pun dibawa ke kantor Imigrasi untuk ditahan. Selain itu, petugas imigrasi juga membawa berbagai alat bukti seperti 14 pipa besi, paralon, alat bor, selang, alat las, dan diesel.

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS Account Executive, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Musik untuk Palestina

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (12/12/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pendengar musik metal ala Timur Tengah. Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bikin masalah lagi….