Bupati Pacitan Indartato memberikan bantuan PKH kepada kepada salah seorang penerima bantuan, Sabtu (23/4/2016). (pacitankab.go.id)
Rabu, 27 April 2016 15:05 WIB Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com Madiun Share :

PROGRAM KELUARGA HARAPAN
Bantuan PKH untuk Warga Pacitan Sudah Cair

Program Keluarga Harapan atau PKH di Pacitan sudah bisa dicairkan.

Solopos.com, PACITAN — Sebanyak 10.236 keluarga miskin di Kabupaten Pacitan penerima Program Keluarga Harapan (PKH) sudah bisa mencairkan bantuan itu di kantor pos.

Total anggaran yang digelontorkan pemerintah pusat untuk program PKH bagi warga miskin di Pacitan lebih dari Rp8 miliar.

Bupati Pacitan, Indartato, menyampaikan penerima program PKH tahun ini sebanyak 10.236 keluarga. Jumlah ini menurun dibandingkan dengan jumlah warga miskin penerima PKH pada tahun lalu.

Menurut dia, penurunan jumlah penerima bantuan ini karena anak penerima bantuan telah lulus sekolah, kondisi ekonomi penerima sudah meningkat, dan faktor lainnya.

Indartato menyampaikan bantuan PKH merupakan salah satu program dari pemerintah pusat dalam upaya mengentaskan kemiskinan.

“Kami berharap dengan adanya bantuan PKH ini, masyarakat Kabupaten Pacitan bisa meningkatkan kualitas hidupnya menjadi lebih baik dan bisa mengurangi angka kemiskinan di Pacitan,” jelas dia saat memberikan bantuan PKH kepada penerima di Kantor Pos Pacitan, Sabtu (23/4/2016).

Salah seorang warga penerima PKH, Sumini, mengatakan bantuan PKH tersebut sangat membantu perekonomian keluarga, khususnya untuk membiayai pendidikan anak.

“Kami berharap dengan adanya bantuan ini, anak bisa merampungkan sekolah dan nantinya bisa mengubah kondisi keluarga,” kata warga Desa Ponggok, Kecamatan Pacitan ini.

Penerima PKH lain, Tuladi, menyampaikan meski nominal bantuan PKH tidak besar, namun bantuan ini cukup bermanfaat dalam membiayai pendidikan anaknya yang masih kelas VIII SMP di Pacitan.

Dia mengatakan bantuan PKH ini akan digunakan untuk membeli alat-alat tulis maupun perlengkapan sekolah lainnya.

“Sangat bermanfaat sekali untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak. Apalagi saat musim tanam tiba, biasanya kebutuhan biaya cukup tinggi, mulai dari untuk membiayai sekolah anak hingga menyiapkan alat-alat untuk tanam,” jelas dia yang dikutip Madiunpos.com dari laman pacitankab.go.id, Selasa (26/4/2016).

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…